Berita Riau

Soal Penghinaan Pada Gubernur Riau, LAM Akan Beri Sanksi Adat kepada Suporter PSPS

Ada Enam butir isi warkah amaran tersebut diantaranya, LAM prihatin mendalam atas penghinaan dari curva nord kepada Gubernur Riau Syamsuar.

Soal Penghinaan Pada Gubernur Riau, LAM Akan Beri Sanksi Adat kepada Suporter PSPS
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Rabu (26/6/2019) mengeluarkan Warkah amaran untuk menyikapi sikap suporter PSPS yang mengeluarkan kalimat penghinaan kepada Gubernur Riau Syamsuar. 

Soal Penghinaan Pada Gubernur Riau, LAM Akan Beri Sanksi Adat kepada Suporter PSPS

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Rabu (26/6/2019) mengeluarkan Warkah amaran untuk menyikapi sikap suporter PSPS yang mengeluarkan kalimat penghinaan kepada Gubernur Riau Syamsuar.

Warkah amaran ini langsung dikeluarkan dan dibacakan ketua Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau Syahril Abubakar didampingi pengurus LAM lainnya.

Ada Enam butir isi warkah amaran tersebut diantaranya, LAM prihatin mendalam atas penghinaan dari Curva Nord kepada Gubernur Riau Syamsuar, ucapan itu dianggap tidak pantas keluar di Riau.

"Apalagi sebentar lagi beliau (Syamsuar dan Edi Natar Nasution) dikukuhkan sebagai Datuk Seri setia amanah," ujar Syahril Abubakar saat berikan keterangan pada saat mengeluarkan warkah di Gedung LAM Riau Rabu (26/6).

Baca: Dugaan Penghinaan Gubernur Riau Syamsuar, Dolly Curva Nord Sebut Pengaduan Pemprov Salah Alamat

Kemudian LAM mengecam tindakan yang dialamatkan kepada Gubernur Riau Syamsuar, selanjutnya LAM desak Polda Riau memproses yang bersangkutan penghina Gubernur sampai akarnya sampai otak dan orang di belakangnya.

"Isi berikutnya tidak dibenarkan seperti kasus itu terjadi lagi di Riau untuk masa yang akan datang, karena menciderai bumi Melayu yang dikenal santun," jelas Syahril.

Poin kelima LAM meminta agar masyarakat Riau harus menahan diri untuk menyikapi persoalan itu, karena semuanya bisa diselesaikan secara hukum.

"Warkah amaran ke enam LAM membentuk dua tim sekaligus satu tim mengusut hukum formal di LAM dan hukum secara adat Melayu," jelas Syahril.

Maka pihaknya juga akan segera memanggil anak kemenakan yang melakukan penghinaan terhadap Gubernur Riau tersebut untuk diproses secara adat.

"Kalau dia anak kemenakan Melayu maka akan panggil LAM di Kabupaten dan Kota. Jika bukan orang Riau maka akan dipanggil paguyuban. Itu tidak pantas diucapkan siapapun di Riau," ujar Syahril.

Terkait sanksi adat yang rencananya akan diberikan kepada suporter PSPS yang menghina Gubernur Riau tersebut menurut LAM tergantung hasil keputusan Majelis Kerapatan Adat LAM Riau nantinya.

"Sanksi adat akan dibahas lagi di majelis Kerapatan Adat, ada sanksi berat sedang dan ringan," ujarnya.

Baca: Dugaan Penghinaan Gubernur Riau Syamsuar, Pemprov Riau Resmi Laporkan Oknum Kelompok Pendukung PSPS

Saat ditanya contoh sanksi adat yang pernah dijatuhkan LAM Riau adalah kasus di Dumai, dijatuhkan kepada orang yang datang ke Dumai.

"Karena dia pendatang kita usir ke kampung halamannya. Kalau anak kemenakan tentu akan lebih berat tentunya kita harus proporsional juga," jelas Syahril. (Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution).

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved