Mahasiswi Dijebak sampai Terlilit Hutang, Untuk Melunasinya Didorong Melakukan Perdagangan Seks

Mahasiswi Dijebak sampai Terlilit Hutang, Untuk Melunasinya Didorong Melakukan Perdagangan Seks

Mahasiswi Dijebak sampai Terlilit Hutang, Untuk Melunasinya Didorong Melakukan Perdagangan Seks
(ilustrasi) Mahasiswi Dijebak sampai Terlilit Hutang, Untuk Melunasinya Didorong Melakukan Perdagangan Seks 

Mahasiswi Dijebak sampai Terlilit Hutang, Untuk Melunasinya Didorong Melakukan Perdagangan Seks 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Cerdiknya pria ini menjebak perempuan yang mau tak mau harus menggeluti dunia prostitusi.

Ia terlebih dahulu membuat beberapa wanita tak sadar sudah berhutang banyak di sebuah bar.

Untuk melunasi hutang-hutangnya tersebut para wanita didesak untuk masuk dalam dunia prostitusi.

Pengadilan di Jepang, pada Selasa (25/6/2019), menjatuhkan hukuman penjara dua setengah tahun kepada seorang pria yang terbukti memaksa sejumlah wanita untuk perdagangan seks sebagai pelunasan hutang.

Pengadilan Distrik Kyoto mendapati Yutaro Ogawa (30), pendiri dan pemimpin kelompok perekrutan, bersalah karena memaksa dua wanita untuk masuk ke industri prostitusi dan melanggar undang-undang keamanan kerja, pada Maret dan Juli 2017.

"Tindak kejahatan yang luas, sistematis, dan pekerjaan yang sangat jahat.

Tidak ada peluang untuk keringanan hukuman dalam motif terdakwa untuk mendapat keuntungan," kata hakim ketua pengadilan Satoshi Shibayama, dalam putusannya, yang dikutip Japan Today.

Kasus tersebut tidak hanya menjerat Ogawa, selaku pemimpin kelompok perekrutan, namun juga sejumlah bawahannya.

Namun hakim ketua Shibayama memutuskan bahwa sebagai pemimpin kelompok, Ogawa memikul tanggung jawab yang lebih berat daripada para kaki tangannya.

Meski demikian, hakim menjatuhkan hukuman yang lebih ringan kepada terdakwa, dibandingkan tuntutan jaksa yang mengajukan hukuman penjara selama tiga tahun, karena menganggap cara kelompok itu merekrut para wanita tidak sampai merampak kehendak bebas mereka.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved