Sama Seperti Turki, Amerika Serikat Larang India Beli Alat Perang dari Rusia, Begini Respon India

Sama Seperti Turki, Amerika Serikat Larang India Beli Alat Perang dari Rusia, Begini Respon India

Sama Seperti Turki, Amerika Serikat Larang India Beli Alat Perang dari Rusia, Begini Respon India
Sputnik/Alexey Malgavko
Sama Seperti Turki, Amerika Serikat Larang India Beli Alat Perang dari Rusia, Begini Respon India 

Sama Seperti Turki, Amerika Serikat Larang India Beli Alat Perang dari Rusia, Begini Respon India

TRIBUNPEKANBARU.COM- Sama halnya seperti Turki, Amerika Serikat juga tekan India agar membatalkan pembelian unit sistem rudal dari Rusia.

JIka Turkir mengatakan tidak akan membatalkan pembelian alat perang tersebut, maka India juga memiliki jawaban sendiri terkait tekanan dari AS.

Bahkan India memberikan jawaban yang menohok bahwa India tidak ada niat apapun selain untuk keptingan nasionalnya. 

Setelah Turki yang didesak Amerika Serikat untuk membatalkan kesepakatan pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia, kini India juga mendapat tekanan serupa.

Jika Turki mengatakan tidak dapat membatalkan pembelian karena prosesnya telah rampung dan tinggal menunggu pengiriman dari Rusia, pemerintah India juga memiliki jawabannya sendiri.

Sistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400
Sistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400 (Sputnik/Alexey Malgavko)

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengatakan jika New Delhi tidak akan memiliki niat apa pun selain kepentingannya sendiri saat mengikuti kesepakatan pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Moskwa.

"Kami memiliki hubungan dengan sejumlah negara, banyak di antaranya lebih besar daripada yang lain. Mereka memiliki sejarah. Kami akan melakukan apa yang menjadi kepentingan nasional kami," ujar Jaishankar, dikutip AFP, Kamis (27/6/2019).

Komentar itu disampaikan Jaishankar saat menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang sedang berkunjung ke New Delhi.

Laporan sebelumnya mengatakan, India merencanakan untuk meyakinkan Pompeo agar mengabaikan pembelian S-400 oleh New Delhi tanpa melanggar sanksi AS yang dijatuhkan kepada Rusia.

Hal tersebut lantaran, tanpa pengabaian, maka India akan menjadi sasaran di bawah undang-undang AS tahun 2017, yang dikenal sebagai CAATSA, yakni undang-undang yang mengizinkan Washington untuk menargetkan negara-negara musuh dengan langkah sanksi.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved