Kuantan Singingi

Bukti Tergugat Bupati Kuansing Cs Tak Lengkap Sidang Utang Piutang di PN Teluk Kuantan Riau Ditunda

Penyebabnya, tergugat dalam hal ini Bupati Kuansing Cs menyertakan bukti yang tidak lengkap.

Bukti Tergugat Bupati Kuansing Cs Tak Lengkap Sidang Utang Piutang di PN Teluk Kuantan Riau Ditunda
Internet
Ilustrasi 

DitundaBukti Tergugat Bupati Kuansing Cs Tak Lengkap Sidang Utang Piutang di PN Teluk Kuantan Riau Ditunda

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Persidangan perdata gugatan utang piutang antara warga Kuansing dengan Pemkab Kuansing di Pengadilan Negeri (PN) Teluk Kuantan, Kamis (27/6/2019) ditunda.

Penyebabnya, tergugat dalam hal ini Bupati Kuansing Cs menyertakan bukti yang tidak lengkap.

Majelis hakim terdiri dari Reza Himawan Pratama SH, M.Hum yang merupakan ketua PN Teluk Kuantan, Rina Lestari br Sembiring SH MH yang merupakan wakil ketua PN dan Duano Aghaka SH yang juga humas PN.

Baca: BREAKING NEWS: Delapan Orang Penumpang Diamankan di Bandara SSK II, Bawa Sabu dalam Sepatu

Sejati, sidang tersebut mengagendakan penyerahan bukti dari pihak tergugat dan pemeriksaan saksi dari pihak penggugat.

Dalam kasus ini keluarga Alm Ir Firzadah Kurniawan melalui Ertatises istrinya dan anaknya, Egy Primatama sebagai pengugat. Total utang yang digugat yakni Rp 872.900.000.

Sedangkan tergugat yakni tergugat I Bupati Kuansing, Drs H Mursini, tergugat II Sekda kab Kuansing, tergugat III Kabag Umum dan tergugat IV Bendahara Umum Sekretariat (setda) Pemkab Kuansing.

"Sidang sempat berjalan namun akhirnya ditunda majelis," kata humas PN Teluk Kuantan Duano Aghaka SH, Jumat (28/6/2019).

Kamis pekan sebelumnya (21/6/2019), PN Teluk Kuantan sudah menggelar sidang penyerahan bukti dari saksi.

Duano mengatakan bukti yang diserahkan para tergugat ada yang tidak lengkap. Sehingga tergugat diminta untuk melengkapi. Tidak lengkap seperti, tidak dilegalisir dan lainnya.

"Rencananya, sanksi dari penggugat mau kita konfrontasi dengan bukti yang diserahkan tergugat. Tapi karena kurang lengkap akhirnya ditunda," ujarnya.

Majelis hakim dalam sidang tersebut sidang akan dilanjutkan Kamis dua pekan lagi (11/7/2019). Sebab Kamis pekan depan, hakim PN Teluk Kuantan ada pertemuan di Batam.

Kasus gugatan keluarga Alm Ir Firzadah Kurniawan bermula dari upaya menutupi anggaran makan minum di Sekretariat Daerah Kuansing tahun 2017. Saat itu, ada sebesar Rp 3,8 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Baca: Doa Dimudahkan Rezeki, Kumpulan Doa Murah Rezeki & Lancar Lengkap Bacaan Latin, Arab dan Artinya

Periode Januari 2018, tergugat I, pergugat II yang saat itu dijabat Muharlius, tergugat III yang saat itu dijabat M Saleh serta tergugat IV yang saat itu dijabat Ferdi berembuk mencari solusi untuk menutupi sebesar Rp 3,8 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ini harus segera ditutupi karena Maret 2018 BPK Perwakilan Riau akan melakukan pemeriksaan.

Empat pihak tersebut pun sepakat mencari dana talangan. Dana talangan ini disepakati akan dibayar dikemudian hari.

Dari Mursini mendapatkan dana Rp 1,4 miliar. Muharlius sebesar Rp 800 juta. Sedangkan M Saleh Rp 420 juta dan Ferdi sebesar Rp 550 juta. Belum diketahui secara rinci dari mana dana talangan ini.

Jumlah dana talangan yang didapat empat pihak tersebut ternyata belum cukup untuk menutupi Rp 3,8 miliar. Akhirnya keluarga Alm Ir Firzadah Kurniawan memberikan pinjaman yang totalnya Rp 872.900.000

Pada 11 Januari 2018, Firzadah Kurniawan menyerahkan uang sebesar Rp 102.900.000 kepada tergugat IV secara cash yang disertai dengan kwitansi.

Sebulan kemudian, tepatnya 6 Februari 2018, Firzadah Kurniawan memberi pinjaman lagi sebesar Rp 750.000.000. Kali ini, duit sebanyak itu diserahkan dengan cara transfer ke rekening atas nama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

Firzadah Kurniawan meninggal dunia pada 6 Januari 2019. Ia menderita sakit stroke hemoragik.

Baca: VIDEO: Gubri Syamsuar Tinjau Embarkasi Haji Antara Riau, Minta Fasilitas Listrik dan Air Dibenahi

Cara musyawarah sudah dilakukan keluarga Firzadah Kurniawan agar dibayarkan. Namun ternyata para tergugat tidak ada itikat baik untuk menyelesaikan masalah ini sehingga keluarga Alm. Ir. Firzadah Kurniawan pada 25 Februari 2019 resmi mendaftarkan gugatan ke PN Teluk Kuantan dengan nomor registrasi 4/Pdt.G/2019/PN. TLK.

Mediasi di PN Teluk Kuantan juga gagal. Akhirnya persidangan terus berlanjut hingga saat ini. (Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan)

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved