Kampus Diingatkan Siap Hadapi Era Digital

Dalam rangka meningkatkan mutu dan proses pendidikan, Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) selenggarakan acara penyegaran pemikiran bagi dosen-dosen

Kampus Diingatkan Siap Hadapi Era Digital
ISTIMEWA
MenristekDikti RI, Prof. Muhamad Nasir, PhD., Akt, menjadi pembicara dalam acara penyegaran pemikiran bagi dosen-dosen di kampus Universitas Teknologi Yogyakarta, Sabtu (28/6). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, YOGYAKARTA - Dalam rangka meningkatkan mutu dan proses pendidikan, Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) selenggarakan acara penyegaran pemikiran bagi dosen-dosen, yang diisi oleh Prof. Muhamad Nasir, PhD., Akt. (MenristekDikti RI), Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt (Rektor UTY), dan Tanadi Santoso, MBA (pakar dan praktisi marketing dan motivasi), Sabtu (22/6/2019) lalu.

Dalam paparannya, Muhammad Nasir kembali mengingatkan bahwa saat ini dan ke depan, perguruan tinggi dituntut untuk menelurkan mahasiswa yang siap menghadapi era digitalisasi dalam berbagai bidang.

Karena, tuntutan solusi untuk mencapai ketepatan, kecepatan dan efisiensi, dengan solusi digital telah merambah hampir di semua bidang terutama bidang bisnis.

Hal ini menuntut mahasiswa punya kemampuan lebih antara lain menguasai coding. Selain ilmu inti dari masing-masing program studi yang digeluti.

Muhamad Nasir menyampaikan bahwa dampak dari era ini, ada banyak pekerjaan yang tereliminasi, yang digantikan dengan jenis pekerjaan baru.

“Oleh karena itu, perguruan tinggi harus mampu mempersiapkan mahasiswa dalam mengahadapi perubahan di era digital ini. Yakni dengan cara melakukan inovasi pada materi ajar, diantaranya dengan menambahkan coding pada mahasiswa di semua jurusan, dengan tingkat kedalaman materi yang disesuaikan dengan masing-masing prodi,” kata Muhamad Nasir.

Kepada para dosen ia mengingatkan bahwa perubahan ilmu dan pengetahuan di era digital ini sudah berjalan sedemikian cepat dan jauh. Sehingga, konsep belajar sepanjang hayat harus diterapkan oleh semua dosen.

“Jika dosen masih mengajarkan materi-materi ‘jadul’ yang dipelajari 10 tahun lalu atau lebih, maka pasti ketinggalan jaman,” ujarnya.

Ia mendorong para dosen untuk terus belajar dengan hal-hal yang baru saat ini, meskipun sudah usia senior. “Hal ini penting guna mencetak lulusan yang siap menghadapi era industri baru yang kini telah sampai di era industri society 5.0,” jelasnya. (rls)

Editor: kasri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved