Orang Malas Ternyata Punya IQ Lebih Tinggi, Begini Penjelasannya

Orang Malas Ternyata Punya IQ Lebih Tinggi, Begini Penjelasannya. Tapi bukan berarti menjadi malas-malasan

Orang Malas Ternyata Punya IQ Lebih Tinggi, Begini Penjelasannya
Shutterstock
(Ilustrasi) Orang Malas Ternyata Punya IQ Lebih Tinggi, Begini Penjelasannya 

Orang Malas Ternyata Punya IQ Lebih Tinggi, Begini Penjelasannya

TRIBUNPEKANBARU.COM- Ternyata orang yang suka melamun sambil berfikir memiliki IQ yang lebih tinggi dibanding orang yang aktif beraktifitas.

Sebuah penelitian dilakukan terkait dengan orang-orang yang malas bergerak tersebut.

Beginilah penjelasan mengapa orang yang melamun justru lebih tinggi IQ nya.

Anda suka duduk berjam-jam sambil melamun? Atau berimajinasi tentang sesuatu hal?

Jika ya, bisa jadi Anda termasuk orang yang memiliki IQ tinggi. Biasanya, orang cerdas cenderung menghabiskan waktu untuk lebih banyak berpikir.

Hal tersebut membuat mereka keseringan berdiam diri ketimbang menghabiskan waktu beraktivitas dan bergerak.

Orang malas cenderung punya IQ tinggi

Berdasarkan penelitian dari Florida Gulf Coast University yang dipublikasikan dalam Journal of Health Psychology, ditemukan bahwa orang yang cenderung malas beraktivitas memiliki tingkat intelegensia atau Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi.

Dalam penelitian ini, peneliti melibatkan sampel sebanyak 60 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok pemikir dan kelompok bukan pemikir.

Para responden dalam penelitian ini mengenakan accelerometer yaitu alat monitor aktivitas yang dipakaikan pada pergelangan tangan mereka untuk mengukur seberapa aktif mereka beraktivitas selama tujuh hari.

Hasilnya, dari Senin sampai Jumat diketahui kelompok tipe pemikir jauh lebih tidak aktif dalam beraktivitas, dibandingkan tipe yang bukan pemikir.

Sementara pada akhir pekan, penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat keaktifan fisik antara kedua kelompok tersebut.

Apa hubungannya antara IQ tinggi dengan malas beraktivitas?

Menurut para peneliti, hal tersebut disebabkan oleh kesadaran untuk beraktivitas yang lebih rendah pada orang-orang ber-IQ tinggi.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved