Penyaluran Pembiayaan Syariah Multifinance Merosot

Laju bisnis pembiayaan syariah multifinance terus merosot sejak dua tahun lalu. Sampai saat ini, penurunan pembiayaan syariah multifinance masih teras

Penyaluran Pembiayaan Syariah Multifinance Merosot
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Bank Riau Kepri Kantor Cabang (Kanca) Pasirpangaraian. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Laju bisnis pembiayaan syariah multifinance terus merosot sejak dua tahun lalu. Sampai saat ini, penurunan pembiayaan syariah multifinance masih terasa.

Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai April 2019, pembiayaan syariah minus 30,99% menjadi Rp 17,72 triliun.

Padahal April tahun sebelumnya, penyaluran pembiayaan syariah masih sebesar Rp 25,65 triliun. Dari realisasi April 2019, pembiayaan jual beli syariah masih berkontribusi 83,97% dari total pembiayaan. Menyusul pembiayaan investasi syariah 0,38% dan pembiayaan jasa syariah 15,63%.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menjelaskan, bahwa penurunan pembiayaan tersebut terkendala masalah pendanaan syariah.

Para pelaku usaha juga sempat menunggu kepastian bisnis syariah. Sampai akhirnya, OJK menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10/POJK.05/2019 pada Februari lalu.

“Melalui aturan ini, bisnis ke depannya sudah jelas. Sebelumnya, para pemain masih menunggu kepastian apakah spin off perlu dilakukan atau tidak. Tapi dari penjelasan aturan, multifinance tidak perlu spin off untuk menjalankan bisnis syariah,” kata Suwandi di Jakarta, beberapa hari lalu.

Suwandi berharap bisnis pembiayaan syariah bisa membaik sampai akhir tahun. Asalkan, tiga multifinance yang menjalankan syariah secara penuh atau full fledge syariah bisa memperbaiki kinerjanya, seperti Citifin Multi Finance Syariah, Al Ijarah Indonesia Finance (Alif Finance) dan Amanah Finance.

“Menurut kabar, tiga multifinance full syariah yang saat ini sedang melakukan konsolidasi ke dalam dan itu bukan jualan. Yaitu konsolidasi internal karena ada masalah kredit macet,” ungkap Suwandi.

Meski industri mengalami penurunan, tapi ada beberapa pemain multifinance yang mencatatkan kinerja positif.

Ambil contoh PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) telah menyalurkan pembiayaan syariah sebesar Rp 631 miliar sampai April 2019. Jumlah tersebut meningkat 94,15% dibandingkan realisasi April 2018 yaitu Rp 325 miliar. (kontan)

Editor: kasri
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved