Hati-hati Pembeli Palsu, Begini Trik Situs Belanja Online Melakukan Tipuannya Menguras Uang Anda

Hati-hati Pembeli Palsu, Begini Trik Situs Belanja Online Melakukan Tipuannya Menguras Uang Anda

Hati-hati Pembeli Palsu, Begini Trik Situs Belanja Online Melakukan Tipuannya Menguras Uang Anda
(SHUTTERSTOCK)
Hati-hati Pembeli Palsu, Begini Trik Situs Belanja Online Melakukan Tipuannya Menguras Uang Anda 

Hati-hati Pembeli Palsu, Begini Trik Situs Belanja Online Melakukan Tipuannya Menguras Uang Anda

TRIBUNPEKANBARU.COM- Waspadalah saat anda terlalu sibuk dengan aktifitas beli-beli online.

Bisa jadi anda menjadi korban pembeli palsu kemudian anda dijebak untuk membeli produk yang ditawarkan.

Sebaiknya menjadi konsumen yang cerdas. mengambil keputusan pintar saat akan menghadapi tawaran produk online.

Pernahkah Anda merasa menyesal telah membeli barang-barang yang sebetulnya tidak Anda butuhkan di internet?

Menurut studi yang baru saja dirilis, keborosan tersebut mungkin bukan salah Anda sendiri, tetapi situs belanja yang telah memanipulasi Anda.

Sebuah studi yang baru saja dirilis oleh para peneliti Princeton University menemukan bahwa ada banyak situs belanja yang menggunakan teknik “dark pattern” (pola gelap) untuk memaksa Anda membuat keputusan buruk dan membeli barang-barang yang tidak Anda butuhkan.

Gunes Acar, peneliti Princeton yang membantu studi, mengatakan kepada Business Insider, Selasa (25/6/2019), menunjukkan penghitung waktu dan menulis bahwa Anda Cuma punya waktu lima menit – (ini menimbulkan) rasa kedaruratan yang paling tidak bisa dipertanyakan.

Untuk menyelidiki hal ini, Acar dan koleganya membuat sebuah alat untuk menjelajahi 10.000 situs e-commerce.

Dari 10.000 situs tersebut, lebih dari 1.200 di antaranya ditemukan menggunakan dark pattern yang berbasis teks. Perlu dicatat bahwa jumlah situs para peneliti temukan masih jauh di bawah angka sebenarnya.

Pasalnya, studi hanya berfokus pada teks dan situs-situs ritel, sementara  desain-desain yang manipulatif dan situs lain, seperti situs travel dan sosial media, belum dipertimbangkan.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved