Setelah Pencarian 9 Hari Berhasil Ditangkap, Inilah Buaya yang Serang Warga di Sungai Krueng Rigaih

Setelah Pencarian 9 Hari Berhasil Ditangkap, Inilah Buaya yang Serang Warga di Sungai Krueng Rigaih

Setelah Pencarian 9 Hari Berhasil Ditangkap, Inilah Buaya yang Serang Warga di Sungai Krueng Rigaih
Istimewa
(Ilustrasi)Setelah Pencarian 9 Hari Berhasil Ditangkap, Inilah Buaya yang Serang Warga di Sungai Krueng Rigaih 

Setelah Pencarian 9 Hari Berhasil Ditangkap, Inilah Buaya yang Serang Warga di Sungai Krueng Rigaih

TRIBUNPEKANBARU.COM- Setelah pencarian lebih dari satu minggu, buaya yang menerkam warga akhirnya berhasil ditangkap.

Buaya yang panjang enam meter tersebut ditangkap setelah dipsang perangkap.

Penangkapan dilakukan oleh Tim dari Balai Konservasi Sumberdaya Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Buaya berhasil ditangkap  di aliran sungai Krueng Rigaih, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya.

Buaya tersebut masuk ke perangkap yang dipasang tim pada Minggu (30/6/2019). Sementara saat ini, Senin (1/7/2019) sedang dilakukan upaya penarikan buaya tersebut ke darat. 

Penangkapan itu dilakukan setelah satu orang warga Gampong Baro diterkam buaya saat mencari ikan di sungai, yang mengakibatkan warga sekitar menjadi resah.

Warga Gampong Baro, Kecamatan Baktia, Kabupaten Aceh Jaya yang yang mengalami luka parah di bagian tangan kirinya akibat diterkam buaya sedang menjalani perawatan tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Umar, Kamis (20/06/2019).
Warga Gampong Baro, Kecamatan Baktia, Kabupaten Aceh Jaya yang yang mengalami luka parah di bagian tangan kirinya akibat diterkam buaya sedang menjalani perawatan tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Umar, Kamis (20/06/2019). ((Dokumentasi BPBD Aceh Jaya))

Data yang ada menyebutkan, ada dua kasus buaya terkam warga di wilayah itu dalam beberapa tahun terakhir. 

Hal itu disampaikan Sapto Aji, Kepala BKSDA Aceh, saat dihubungi Kompas.com, Senin (01/07/2019).  "Mudah-mudahan yang berhasil ditangkap itu benar buaya buas yang menerkam warga beberapa hari lalu.  

Di aliran sungai itu diperkirakan ada beberapa ekor buaya, namun menurut warga ada satu ekor yang sangat buas,” kata Sapto.

Setelah berhasil diperangkap, buaya itu selanjutnya akan diamankan sementara ke kantor BKSDA Banda Aceh, setelah itu akan ditawarkan untuk dititipkan ke lembaga konservasi yang ada di Aceh maupun di Sumatera Utara karena biaya pakan dan perawatannya sangat besar.

9 hari Pencarian

Satirin, tim BKSDA yang ikut memasang alat perangkap buaya di aliran sungai Krueng Rigaih, menyebutkan buaya tersebut berhasil masuk ke dalam perangkap setelah sembilan hari mereka memasang perangkap.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved