Tak Masalah Jika Gerindra Menjadi Satu-satunya Partai Oposisi di Pemerintahan Jokowi

Tak Masalah Jika Gerindra Menjadi Satu-satunya Partai Oposisi di Pemerintahan Jokowi

Tak Masalah Jika Gerindra Menjadi Satu-satunya Partai Oposisi di Pemerintahan Jokowi
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Raden Muhammad Syafii di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/5/2019) 

Tak Masalah Jika Gerindra Menjadi Satu-satunya Partai Oposisi di Pemerintahan Jokowi

TRIBUNPEKANBARU.COM- Pertemuan Prabowo Subianto dengan Joko Widodo belum juga terealisasi.

Partai Gerindra sendiri tampaknya juga menentukan sikap dengan memilih sebagai oposisi.

Dengan demikian Gerindra akan menjadi penyeimbang di pemerintahan Joko Widodo.

Partai Gerindramengaku tak masalah bila menjadi satu-satunya partai yang mengambil sikap sebagaioposisi pada masa pemerintahan periode 2019-2024.

Namun, Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Raden Muhammad Syafi'i mengatakan, pihaknya akan menyambut baik bila ada partai lain yang bergabung dalam barisan oposisi.

"Ketika masing-masing sudah memutuskan menjadi oposisi pasti bisa bertemu sebagai gabungan partai oposisi, tapi pada prinsipnya kami beroposisi sendiri ," kata Syafi'i di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Syafi'i menuturkan, sikap oposisi yang mungkin diambil Partai Gerindra tidak akan menunggu adanya sikap serupa oleh partai-partai lain.

"Kalau kemudian kami baru beroposisi ketika mendapat dukungan dari partai yang lain, saya kira itu oposisi yang lucu juga," ujar Syafi'i.

Menurut Syafi'i, pihaknya juga tidak akan mempermasalahkan sikap politik partai-partai pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno jika tidak menjadi oposisi dalam pemerintahan periode mendatang.

Ia juga tidak akan memaksakan adanya gabungan partai oposisi pada periode mendatang.

"Sebenarnya kan oposisi itu tidak mesti bergabung dengan partai-partai lain, gabungan oposisi itu kan kalau partai lain juga memposisikan dirinya sebagai partai oposisi," kata Syafi'i.

Sebelumnya, Syafi'i menyebut mayoritas kader Gerindra ingin mengambil posisi oposisi pada pemerintahan periode mendatang. Menurut Syafi'i, sikap oposisi diambil demi keseimbangan demokrasi

"Demokrasi yang sehat itu harus ada check and balance, yaitu selain partai pendukung, harus ada partai oposisi dan saya meyakini Gerindra akan tetap pada posisi sebagai oposisi," kata Syafi'i.(*)

Tak Masalah Jika Gerindra Menjadi Satu-satunya Partai Oposisi di Pemerintahan Jokowi

Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved