KONI Riau: Harusnya Ada Alokasi Dana CSR untuk Pembinaan Olahraga

KONI Riau berharap Ketua KONI Pusat yang baru bisa memfasilitasi penggunaan dana CSR untuk pembinaan olahraga ke depan.

KONI Riau: Harusnya Ada Alokasi Dana CSR untuk Pembinaan Olahraga
Internet
Logo KONI

tribunpekanbaru.com - Pembinaan olahraga di Indonesia hingga saat ini masih bertumpu pada dana APBD. Dan tidak semua daerah anggarannya bisa menopang pembiayaan olahraga, sehingga dana yang dikucurkan seadanya saja.

KONI Riau misalnya, dari anggaran yang diusulkan tahun 2019 ini sebesar Rp38 miliar, yang direalisasikan Rp20 miliar. Padahal, usulan KONI Riau tersebut untuk persiapan Porwil dan Kejurnas Pra PON untuk 50-an cabor.

Terkait kondisi ini, semua KONI se-Indonesia sepakat dan meminta Ketua KONI Pusat terpilih, Marciano Norman, untuk bisa membuat terobosan agar anggaran pembinaan olahraga berkelanjutan.

"Masalah keuangan KONI memang jadi persoalan utama selama ini. Makanya kami sangat berharap kepada Pak Marciano bisa mencari solusi ini," kata Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis, Kamis (4/7) kepada Tribun.

Ada beberapa solusi yang ditawarkan. KONI Pusat diharapkan bisa menerobos peran pihak ketiga atau dunia usaha untuk program bapak angkat. Atau bisa menggunakan dana CSR untuk pembinaan olahraga di tingkat nasional dan daerah, melalui regulasi terkait.

Di Riau sendiri, tambah Emrizal, banyak perusahaan yang punya dana CSR. Apalagi Riau kini sudah punya aturan yakni Perda Riau No 6 tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corpoorate Social Responsibility (CSR).

Perda ini ditetapkan melalui Pergub pada Desember 2015. Dalam Perda ini, dikatakan bahwa DPRD bisa mengevaluasi penyaluran dana CSR setiap 6 bulan sekali.

"Selama ini dana CSR Riau hanya untuk pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan lainnya. Tapi untuk olahraga tidak ada. Makanya kita akan perjuangkan ke Pemprov Riau agar dana CSR ada untuk pembinaan olahraga. Tentunya perlu dukungan semua pihak, termasuk dari KONI Pusat sebagai induk KONI Riau," ujarnya.

Emrizal menyebut, atlet Riau kini sudah jadi langganan pelatnas. Harusnya ini sebanding dengan anggaran yang diberikan. Untungnya, ada pembinaan lewat PPLP dan PPLM Dispora Riau. Sehingga latihan berkelanjutan atlet masih bisa terprogram dengan baik. (saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved