Pekanbaru

KPU Pekanbaru Sempat Beri Sanksi Ketua PPS Diduga Terlibat Suap

Massa menuntut dugaan adanya suap yang dilakukan oknum Caleg terhadap petugas penyelenggara di tingkat Kelurahan atau PPS diproses.

KPU Pekanbaru Sempat Beri Sanksi Ketua PPS Diduga Terlibat Suap
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
Ratusan Massa geruduk Kantor KPU Pekanbaru, minta tindak Caleg diduga lakukan suap 

KPU Pekanbaru Sempat Beri Sanksi Ketua PPS Diduga Terlibat Suap

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu (AMRB) melakukan aksi unjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru Kamis (4/7/2019).

Massa menuntut dugaan adanya suap yang dilakukan oknum Caleg terhadap petugas penyelenggara di tingkat Kelurahan atau Panitia Pemungutan Suara (PPS) diproses.

Sebagaimana disampaikan massa unjuk rasa tersebut yang diduga bermain adalah ketua PPS di Kelurahan Pesisir Kota Pekanbaru menerima suap dari oknum Caleg DPRD Provinsi Riau Dapil Pekanbaru.

Ketua KPU Kota Pekanbaru Anton Marciyanto mengatakan oknum PPS yang disebut menerima suap tersebut sebelumnya sudah diberikan sanksi oleh KPU Kota Pekanbaru atas rekomendasi dari Bawaslu Kota Pekanbaru.

Baca: Kronologi Kematian Harimau Sumatera Inung Rio Saat Perawatan, Alami Kerontokan Rambut dan Kejang

Namun sanksi tersebut bukanlah karena menerima gratifikasi melainkan sanksi karena membuat kebijakan tanpa melakukan koordinasi yakni memilih anggota KPPS di daerahnya.

"Kami sudah jatuhkan sanksi teguran keras karena terkait kebijakan, kalau untuk gratifikasi itu kami tidak ada memberikan sanksi," ujar Anton Marciyanto kepada Tribunpekanbaru.com Kamis.

Karena menurut Anton Marciyanto untuk dugaan suap ataupun gratifikasi, tidak masuk dalam ranah KPU, karena KPU tidak bisa melakukan proses penyidikan maupun penyelidikan. Kecuali sudah ada putusan dari pihak kepolisian atau Gakkumdu.

"Kami kan tidak bisa masuk ranah penyelidikan, kami hanya penyelenggara, kecuali ada rekomendasi dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan, tentu kami tindaklanjuti," ujar Anton.

Baca: Kisah Viral, Digigit Serangga Saat Naik Motor, Bibir Wanita Ini Gatal-gatal Sampai Bengkak

Sehingga Anton mengatakan untuk proses hukum terutama soal dugaan suap sudah tepat dilaporkan kepada pihak kepolisian, selanjutnya KPU hanya menindaklanjuti saja hasil putusan.

Sementara itu Tribunpekanbaru.com sempat mengkonfirmasi kepada Caleg yang dituduh melakukan suap terhadap PPS tersebut yakni Caleg terpilih Partai Demokrat Noviwaldy Jusman, nunggu hingga pukul 15.30 WIB yang bersangkutan belum dapat dihubungi baik itu melalui telepon maupun pesan singkat Whatsap.(Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved