Berita Riau

PPDB Sistem Zonasi Banyak Dikeluhkan Orang Tua Siswa, Mendikbud Ungkap Fenomena Ini

tahun ini muncul masalah baru orang tua siswa yang ramai-ramai pindah KK ke lokasi yang terdekat dengan sekolah unggulan.

PPDB Sistem Zonasi Banyak Dikeluhkan Orang Tua Siswa, Mendikbud Ungkap Fenomena Ini
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Para wali calon peserta didik baru tengah mendaftar di SMPN 4 Pekanbaru, Senin (2/7/2018). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhajir Effendi mengaku akan mengevaluasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi yang diberlakukan tahun ini. Sebab dengan penerapan sistem zonasi, muncul fenomena baru, yakni banyaknya siswa yang pindah KK ke alamat yang dekat dengan sekolah unggulan.

"Ini akan kita evaluasi, kita berharap masalah seperti ini tahun depan tidak terjadi lagi," kata Muhajir usai membuka Rakornas Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Kampus Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Kamis (4/7/2019).

Muhajir mengungkapkan, setiap penerimaan siswa baru memang selalu muncul masalah baru. Tahun lalu, kata Muhajir yang banyak di Keluhkan oleh orang tua siswa adalah Surat Keterangan Tidak Mampu atau SKTM.

Kemudian pada musim penerimaan siswa baru tahun ini muncul masalah baru orang tua siswa yang ramai-ramai pindah KK ke lokasi yang terdekat dengan sekolah unggulan.

Baca: Hari Ini Verifikasi, Besok Hasil PPDB SD dan SMP di Pekanbaru Bakal diumumkan

Baca: 3 Hari PPDB yang Daftar Cuma 30 Orang, Dampak Zonasi di SDN 88 Pekanbaru Calon Siswa Turun Drastis

"Sekarang ini mulai ada yang mensiasati dengan cara pindah lokasi, ini akan kita evaluasi," ujarnya.

Saat disinggung evaluasi seperti apa yang akan dilakukan untuk mencegah terjadinya siswa yang pindah ke KK yang terdekat dengan sekolah unggulan, Muhajir tidak menjelaskan secara jelas. Sebab pihaknya masih akan mengaji hasil temuan di lapangan terkait pesoalan ini.

"Kita lihat nanti hasil temuan di lapangan seperti apa, " katanya.

Muhajir mengecam tindakan orang tua siswa yang melakukan cara-cara curang untuk mengelabui panitia agar anaknya tetap bisa diterima disekolah favorit. Sebab cara - cara tersebut jelas merugikan siswa tempatan yang sudah lama menetap di zona sekolah menjadi tidak diterima karena ada siswa yang pindah KK dan lokasi tempat tinggalnya lebih dengan dengan sekolah.

Baca: FOTO: PPDB 2019, Calon Murid Mendaftar Sekolah di SMA 1 Pekanbaru

Baca: VIDEO Hari Pertama PPDB Siswa SMA Negri 8 Pekanbaru, Antri Sejak Pagi

"Saya sangat menyayangkan orang tua siswa yang berbuat curang demi anaknya bisa masuk ke sekolah tertentu. Tindakan seperti ini sama saja dengan mendidik anaknya untuk berbuat yang tidak baik dan mengajari anaknya tidak jujur. Jadi yang rugi orang tua anak itu sendiri, karena memberikan bekal yang tidak baik kepada anaknya, karena memaksanakan anaknya masuk ke sekolah tertentu dengan cara yang tidak jujur. Dan saya yakin anaknya akan punya beban moral jika nanti ketahuan anaknya masuk ke sekolah itu dengan cara yang tidak jujur," kata Muhajirin. (Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved