Tujuh Ruas Jalan yang Rusak Berat di Tembilahan Mulai Diperbaiki

Pemkab Inhil mulai mengerahkan alat berat untuk memperbaiki tujuh ruas jalan di Tembilahan yang selama ini rusak berat.

Tujuh Ruas Jalan yang Rusak Berat di Tembilahan Mulai Diperbaiki
tribun pekanbaru
Alat berat nampak sedang menimbun lubang yang ada di Jalan H Sadri, Tembilahan beberapa waktu lalu. Ada tujuh ruas jalan di Tembilahan yang rusak berat. 

tribunpekanbaru.com - Keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan yang memprihatinkan di dalam Kota Tembilahan, tidak lama lagi akan teratasi.

Akfititas masyarakat tidak akan lagi terganggu dengan kondisi jalan yang banjir jika hujan, dan berdebu jika panas.

Impian masyarakat Tembilahan untuk menikmati kondisi jalanan yang layak sepertinya akan segera terealisasi. Karena sejak Kamis (27/6) lalu, alat berat sudah mulai terlihat melakukan pengerjaan di Jalan H Sadri, Jalan Abdul Manaf, hingga Jalan Batang Tuaka yang kondisinya memang rusak berat.

Wakil Bupati Inhil, H Syamsuddin Uti, saat itu bahkan langsung datang ke lokasi untuk melihat langsung proses pengerjaan jalan yang berada di pusat Tembilahan itu.

“Kita ingin melihat langsung bagaimana pengerjaan perbaikan jalan ini oleh pihak rekanan," ujar Syamsuddin beberapa wakt lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Inhil, Iliyanto, membenarkan adanya pekerjaan perbaikan jalan tersebut. Menurutnya, ada empat paket untuk pengerjaan 7 ruas jalan, yaitu Jalan Abdul Manaf, Jalan Batang Tuaka, Jalan Kartini, Jalan Sultan Syarif Kasim, Jalan H Sadri, Jalan H Said, dan Jalan H Amad.

“Tujuh ruas jalan tersebut, lima di antaranya akan di rigid, dan dua ruas jalan lainnya akan di aspal. Jadi dua ruas jalan itu pemeliharaan, yaitu Jalan H Said dan H Amad, itu akan diaspal dan ditinggikan di titik-titik yang biasa kebanjiran,” terangnya.

Dijelaskan, pengerjaan ketujuh ruas jalan ini menelan biaya lebih kurang Rp20 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

“Selama ini kita bukannya hanya diam melihat kondisi jalan itu, kita bekerja, semua ada aturannya. Jadi kita mengikuti setiap prosesnya agar tidak terkendala di kemudian hari,” tutur Iliyanto. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved