Rokan Hulu

Dugaan Pencemaran Sungai Bakong, Manajemen PT SJI Coy Sepakat Penuhi 7 Tuntutan Warga Desa RBS

DLH Rohul telah memediasi dugaan pencemaran limbah cair dilakukan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT SJI Coy.

Dugaan Pencemaran Sungai Bakong, Manajemen PT SJI Coy Sepakat Penuhi 7 Tuntutan Warga Desa RBS
istimewa
Ekspose dan rapat mediasi antara PT SJI Coy digelar di aula kantor DLH Rohul, Komplek Perkantoran Bina Praja, Pasirpangaraian, Rabu (3/7/2019). 

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), telah memediasi dugaan pencemaran limbah cair dilakukan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sumber Jaya Indah (PT SJI) Nusa Coy.

Ekspose dan rapat digelar di aula Kantor DLH Rokan Hulu, Komplek Perkantoran Bina Praja, Pasirpangaraian, Rabu (3/7/2019) lalu.

Dugaan pencemaran limbar cair terjadi di aliran Sungai Bakong yang ada di Desa Rantau Binuang Sakti (RBS), dan Desa Ulak Patian, Kecamatan Kepenuhan pada awal Januari 2019 hingga menyebabkan ratusan ikan mati.

Memastikan kadar baku mutu limbah PT SJI Coy, sekitar satu pekan pascadugaan pencemaran limbah, petugas DLH Rohul turun ke lapangan dan mengambil sampel di aliran sungai.

Hasil pertemuan antara PT SJI Coy dengan warga RBS yang dimediasi DLH Rokan Hulu, perusahaan diwajibkan menindaklanjuti dan menyampaikan perkembangan, dalam mengatasi limbah agar tidak meluas dan mencemari lingkungan lagi.

Kepala DLH Rohul Hen Irpan mengungkapkan, berdasarkan laporan hasil pengujian sampel di laboratorium DLH Rohul yang telah terakreditasi KAN, menunjukkan 6 parameter yang diuji tak memenuhi baku mutu.

Pembuangan limbah ke aliran sungai wajib memenuhi baku mutu, dan perusahaan wajib memiliki izin pembuangan dari instansi terkait. Sementara sampai saat ini, PT SJI Coy diduga belum memiliki izin tersebut.

"Kita menyadari sampel bukan sampel waktu kejadian, jadi ada interval beberapa minggu, karena kami juga baru menerima laporan masyarakat seminggu setelah kejadian. Jika sampelnya waktu kejadian, tentu hasilnya pasti berbeda," jelasnya, Jumat (5/7/2019).

Menurutnya, dugaan pencemaran limbah di aliran sungai seperti harus jadi pelajaran bagi masyarakat, sehingga ke depannya segera melaporkan bila terjadi pencemaran lingkungan di daerahnya.

"Jika ada terjadi pencemaran lingkungan berdasarkan laporan masyarakat, sesuai dengan SOP DLH Rohul kami akan turun segera ke lokasi menindaklanjutinya," tegasnya.

Sementara, Mill Manajer PT SJI Nusa Coy, Anald R Sirait mengatakan, pertemuan dilakukan untuk mencari solusi kerjasama atau tanggungjawab sosial perusahaan kepada masyarakat Desa RBS yang terdampak limbah perusahaan.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved