Berita Riau

Sudah 3.315 Ha Lahan Terbakar di Riau, 1.500 Personil TNI Didatangkan Bantu Cegah Karhutla Meluas

hingga saat ini kebakaran lahan dan hutan di Riau sudah mencapai 3.315 hektare. Paling luas terjadi di Bengkalis yang mencapai 1.435 hektare.

Sudah 3.315 Ha Lahan Terbakar di Riau, 1.500 Personil TNI Didatangkan Bantu Cegah Karhutla Meluas
Tribunpekanbaru/Syahrul
Pasukan Yon Armed 10 Kostrad sampai di Bandara Pinang Kampai Kota Dumai, Minggu (24/2/2019). Mereka akan diterjunkan ke Pulau Rupat dengan tugas pemadaman Karhutla. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 1.500 personil TNI akan ikut dalam apel siaga kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Apel siaga ini rencananya akan dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur Riau, 10 Juli mendatang.

"Nanti rencana kepala BNPB akan hadir langsung ke Riau dan langsung membawa 1500 anggota TNI yang akan disebar ke seluruh wilayah di Riau," kata Gubernur Riau, Syamsuar, Jumat (5/7/2019).

Selain diikuti oleh ribuan personil TNI, apel siaga Karhutla ini juga nantinya juga akan diikuti oleh bupati dan walikota se Provinsi Riau. Mereka akan sama-sama mengikuti apel siaga Karhutla dan mendengarkan langsung arahan dari kepala BNPB terkait pencegahan Karhutla di Riau.

"Iya, seluruh bupati dan walikota akan kita undang dalam apel ini, termasuk kapolres dan dandim se provinsi Riau juga akan kita undang," ujarnya.

Baca: Upaya Pemadaman Karhutla di Rokan Hilir Riau Terkendala Oleh Minimnya Sumber Air

Syamsuar mengungkapkan, apel siaga kathutla ini merupakan salah satu upaya dini yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Apalagi sebentar lagi Riau akan memasuki musim kemarau.

"Mudah-mudahan kita dapat mengatasi musim kering, supaya kebakaran di Riau tidak meluas. Sekarangkan hanya di Rohi, di Teluk Banau yang terjadi kebakaran lahan, itu pun sudah berhasil dipadamkan oleh petugas," katanya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Riau Edwar Sanger mengungkapkan, hingga saat ini kebakaran lahan dan hutan di Riau sudah mencapai 3.315 hektare.

Paling luas terjadi di Bengkalis yang mencapai 1.435 hektare. Disusul Rohil 606 hektare, kemudian Siak 366 hektare, Dumai 269 hektare, Meranti 232 hektare, Inhil 120 hektare, Pelalawan 94 hektare, Inhu 71 hektare, Kampar 64 hektare, Pekanbaru 46 hektare, Kuansing 5 hektare.

"Paling sedikit adalah kabupaten Rohul, hanya 2 hektare yang terbakar disana," katanya.

Baca: Karhutla di Tanjung Putus Dipastikan Padam, BPBD Pelalawan Riau Tarik Personil Gabungan dari Lokasi

Pihaknya meminta agar Satgas Karhutla terus melakukan upaya pencegahan di lapangan agar tidak lagi ada masyarakat ataupun perusahaan yang membakar lahan. Terlebih saat musim kemarau nanti.

"Sore dan malam hari petugas kita melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat dan perusahaan agar jangan lagi membuka lahan dengan cara membakar," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi penegak hukum yang sudah memproses sejumlah pelaku pembakar lahan di Riau. Berdasarkan laporan dari tim Satgas, selama tahun 2019 ini setidaknya sudah ada 15 orang tersangka. Rincianya di Inhil 1 kasus, Rohil 3 kasus, Pekanbaru 1 kasus Meranti 2 kasus, Dumai 5 kasus dan Bengkalis 3 kasus.

Baca: VIDEO: Proses Pemadaman Karhutla di Tanjung Putus Pangkalan Kerinci Riau

"Kita mengapresiasi penegak hukum karena sudah ada 13 orang yang sudah di tahan. Terdiri dari 1 orang tersangka di Inhil, Rohil ada 3 orang, Pekanbaru 1 orang, Bengkalis 3 orang, Meranti 1 orang dan Dumai 4 orang. Sedangkan yang sudah diserahkan ke JPU atau Tahap II terdapat 2 orang tersangka, dari Meranti dan Dumai masing-masing satu orang," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/SyaifulMisgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved