Tribun WIKI

Tribun Wiki: Ekspor Kopi Liberika Meranti Riau, Komoditas Lokal Tembus Pasar Malaysia Sejak 1980

Feature Kopi Liberika Meranti Riau, komoditas lokal kualitas ekspor, tembus pasar Malaysia sejak 1980, namun produksi menurun dari tahun sebelumnya

Tribun Wiki: Ekspor Kopi Liberika Meranti Riau, Komoditas Lokal Tembus Pasar Malaysia Sejak 1980
Tribun Pekanbaru/Teddy Tarigan
FEATURE Kopi Liberika Meranti Riau, Komoditas Lokal Kualitas Ekspor Tembus Pasar Malaysia Sejak 1980 

"Biji kopi Liberika Meranti ini dapat tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian hanya 1 meter di atas permukaan laut. Padahal tanah gambut ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi, namun kopi Liberika justru tumbuh dan sukses  ditanam di lahan ini," kata Hakim.

Baca: RUMAH KOS di Pekanbaru Diduga Dijadikan TEMPAT MESUM dan Pesta Narkoba, Warga Sekitar Resah

Baca: INI SOSOK Calon Menteri Kabinet Kerja Jilid II dari Riau, Namanya Disebut Relawan Jokowi-Maaruf Amin

Baca: PENDAFTAR ke SMP Negeri di Siak Riau Ini Hanya 12 Orang, Banyak Sekolah yang Pendaftarnya Membludak

Dengan kemampuannya tumbuh di tanah gambut menurut Hakim membuat Kopi liberika kini menjadi produk unggulan Desa Kedaburapat, selain juga ada pinang dan kelapa.

Hakim mencoba mengingat kembali bagaimana budidaya kopi liberika ini pertama kali dikembangkan di Pulau Rangsang.

Kebun itu maju dan penduduk desa kaya raya dan banyak yang naik haji.

Namun karena minimnya pengetahuan dan persiapan, ketika pasang besar datang, semua perkebunan kopi itu hancur.

Bahkan desa itu kini ditinggalkan penduduknya karena abrasi.

"Ini juga bisa terjadi di perkebunan kopi di Pulau Rangsang sekarang. Karena pohon kopi ini akan sangat produktif di lahan mineral, di tepi laut. Tapi dia akan mati kalau kena air asin. Kejadian dulu bisa terulang kalau tidak ada bantuan," sebutnya.

Sebenarnya musibah banjir karena pasang dan abrasi tersebut sudah dirasakan kelompok tani kopi di Pulau Rangsang.

‘’Jadi sekarang itu berapun hasil produk petani, bagaimanapun hasilnya, langsung habis. Bahkan jadi rebutan sampai lima pengusaha. Sangat disayangkan kalau potensi ini dibiarkan hilang. Apalagi ini permintaan akan terus meningkat. Karena baru-baru ini kami dengar pula ada yang dari Korea mau pesan, karena memang Liberika Meranti ini punya ciri khas dan sudah punya sertifikat. Pasti makin banyak yang mencarinya,’’ kata Hakim.

Baca: KUOTA 7 SMP Negeri di Pekanbaru BELUM PENUH pada PPDB 2019, Masih Kosong 285 Kursi, Ini Sekolahnya

Baca: Anaknya Tak LOLOS di SMA Negeri 1 Pekanbaru, Tiwi Ungkap KECURANGAN Ini, Disdik Terima 106 PENGADUAN

Baca: Orangtua di Pekanbaru CEMAS Tunggu Pengumuman PPDB SMP Tak Lolos Disarankan Daftar ke Sekolah Swasta

Hakim menceritakan bagaimana pengusaha dan pedagang besar datang ke Rangsang.

Halaman
1234
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved