Berita Riau

WALIKOTA Dumai Kembali Dipanggil KPK, Pejabat Pemko Tak Tahu Dimana Zul AS, Sempat di Banjarmasin

Walikota Dumai kembali dipanggil KPK, pejabat Pemko tak tahu keberadaan Zulkifli AS yang akrab dipanggil Zul AS, namun Zul AS sempat berada di Banjar

WALIKOTA Dumai Kembali Dipanggil KPK, Pejabat Pemko Tak Tahu Dimana Zul AS, Sempat di Banjarmasin
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
WALIKOTA Dumai Kembali Dipanggil KPK, Pejabat Pemko Tak Tahu Dimana Zul AS, Sempat di Banjarmasin 

Kasus kedua yakni gratifikasi, Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

LAMR Dumai akan Rapat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Walikota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (Zul AS) sebagai tersangka kasus korupsi, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Dumai akan rapat.

Penetapan status tersangka atas Walikota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (Zul AS) turut menarik perhatian sejumlah tokoh masyarakat di Kota Dumai, baik tokoh pemuda maupun tokoh adat.

Tokoh pemuda Kota Dumai Guspian mengatakan, dirinya menyayangkan penetapan status tersangka atas orang nomor satu di Kota Dumai tersebut.

Baca: TERUNGKAP, Mayat Wanita TANPA KEPALA di Dumai TERNYATA Sedang Hamil Muda, Pakai Celana dalam Korset

Baca: PENJELASAN Ustadz Abdul Somad tentang HUKUM Mandi Balimau dan Ziarah Kubur Jelang Ramadhan di RIAU

Baca: Speaker Bar PHT 220 SB untuk Ciptakan Musik dan Film Menjadi Lebih Hidup, Soundbar Keluaran Polytron

"Sebagai pemuda, kita sangat menyayangkan sekali penetapan status tersangka tersebut. Apalagi, jika mengingat masa periode pemerintahan Zul AS yang masih lama dengan program kerja yang belum semuanya dijalankan," kata ketua KNPI Dumai ini pada Jumat (3/5/2019).

Dia memaparkan, dirinya berharap agar Zul AS selalu dilimpahkan kesehatan dalam menghadapi cobaan tersebut.

"Percaya pada aturan hukum yang berlaku. Semoga Pak Zul AS selalu diberikan kesehatan dan kesabaran," ucapnya.

Zul AS dimata Guspian merupakan sosok pemimpin yang ulet dan sangat responsif terhadap kegiatan kepemudaan di Dumai.

Penetapan status tersangka oleh KPK tersebut sangat disayangkan dan dinilai akan memberi dampak terhadap proses pemerintahan di Dumai.

"Kita sangat sayangkan penetapan status tersebut karena kami percaya, Pak Zul AS dapat bekerja dengan sangat baik dalam membangun Kota Dumai dan penetapan status tersebut pasti akan mengganggu konsentrasi beliau dalam bekerja," pungkasnya.

Baca: Bea Cukai GAGALKAN Penyelundukan Bibit Lobster Rp 1 Miliar ke SINGAPURA, Ini Rutenya hingga Vietnam

Baca: TERCATAT 121 Kasus Dugaan PELANGGARAN Pemilu 2019 di Riau, 29 Kasus Laporan Warga, 92 Kasus Temuan

Baca: KISAH CINTA Gadis Malaysia dan Gadis Minang, Dinikahi Cowok AFRIKA dan Ketemu Jodoh di Instagram

Terpisah, Ketua DPH LAMR Dumai Datuk Syahruddin menjelaskan, pihaknya belum bisa memberikan komentar terkait kabar tersebut.

"Saya belum bisa berkomentar, karena kami dari LAMR Dumai akan menggelar rapat besok, untuk membahas sikap apa yang akan diambil dalam menanggapi kabar tersebut," singkatnya.

Mantan Wakil Walikota Dumai Sunaryo PRIHATIN dan Doakan Zul AS

Walikota Dumai ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus korupsi, mantan Wakil Walikota Dumai Sunaryo yang pernah berpasangan dengan Zul AS prihatin dan doakan Zul AS diberikan kekuatan.

Kolega sekaligus rekan Walikota Dumai Zul AS pada periode pertamanya dahulu Sunaryo menyampaikan keprihatinan mendalam atas penetapan status tersangka oleh KPK Jumat (3/5) siang.

Dia mengaku, mendapatkan kabar tersebut dari pemberitaan di sejumlah media daring dan Sunaryo menyebut, dirinya juga mengetahui perkara yang dituduhkan juga dari media daring.

Baca: TERUNGKAP, Mayat Wanita TANPA KEPALA di Dumai TERNYATA Sedang Hamil Muda, Pakai Celana dalam Korset

Baca: PENJELASAN Ustadz Abdul Somad tentang HUKUM Mandi Balimau dan Ziarah Kubur Jelang Ramadhan di RIAU

Baca: Speaker Bar PHT 220 SB untuk Ciptakan Musik dan Film Menjadi Lebih Hidup, Soundbar Keluaran Polytron

"Saya pikir, semua orang pasti tahu karena hampir semua media menginformasikan perkembangan perkara terkait Pak Zul AS hingga penetapan status tersangkanya hari ini," sebut Sunaryo.

Dia mengungkapkan, dirinya sangat prihatin atas cobaan menimpa orang nomor satu di Kota Dumai tersebut.

"Saya sangat prihatin atas cobaan yang tengah dihadapi oleh Pak Zul AS. Namun demikian, hal tersebut tetap harus dihadapi dengan tabah dan sabar," papar legislator dari Dumai di DPRD Provinsi Riau ini.

Dilanjutkan dia, sebagai sahabat, kolega sekaligus teman, Sunaryo turut mendoakan agar Wako Dumai Zul AS diberikan kekuatan dalam menghadapi hal tersebut.

Diakuinya pula, dirinya belum dapat berkomunikasi dengan Zul AS untuk mengkonfirmasi kabar mengagetkan itu.

"Hal ini (penetapan status tersangka oleh KPK terhadap Zul AS, red) merupakan kenyataan yang harus dihadapi," sampai Sunaryo.

"Ikuti saja proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia," tandasnya.

Wakil Walikota Masih BUNGKAM, Rumah Dinas Walikota Dumai Zul AS Sepi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetapkan Walikota Dumai Zulkifli Adnan Singkah atau Zul AS sebagai tersangka korupsi, Wakil Walikota Eko Suharjo masih bungkam, rumah dinas sepi.

Pascapenetapan status tersangka terhadap Walikota Dumai Zul AS oleh KPK pada Jumat (3/5) siang tadi, rumah dinas Wako Dumai Zul AS di bilangan Putri Tujuh nampak sepi.

Pantauan tribunpekanbaru.com sekira pukul 19.00 malam di sekitar rumah dinasnya nampak tak ada aktifitas apapun.

Baca: Bea Cukai GAGALKAN Penyelundukan Bibit Lobster Rp 1 Miliar ke SINGAPURA, Ini Rutenya hingga Vietnam

Baca: TERCATAT 121 Kasus Dugaan PELANGGARAN Pemilu 2019 di Riau, 29 Kasus Laporan Warga, 92 Kasus Temuan

Baca: KISAH CINTA Gadis Malaysia dan Gadis Minang, Dinikahi Cowok AFRIKA dan Ketemu Jodoh di Instagram

Rumah dinas berwarna biru tersebut nampak terang oleh lampu di sekeliling bangunan yang menyala sejak menjelang petang.

Seorang lelaki yang berjaga di pos penjagaan mengatakan, tak ada orang di rumah dinas bersebelahan dengan Pendopo Kota Dumai tersebut.

"Bapak sedang tak ada. Rumah kosong, sepi. Tak ada orang," kata lelaki berlogat Melayu kental yang tak mau disebutkan namanya tersebut.

Sementara itu, Tribunpekanbaru.com menghubungi Eko Suharjo, Wakil Walikota Dumai yang mendampingi Zul AS.

Namun sayang, setelah panggilan melalui jaringan selularnya berkali-kali disertai pesan singkat yang juga sudah dikirim tak mendapatkan balasan apapun dari yang bersangkutan.

KPK Tetapkan WALIKOTA Dumai Zul AS TERSANGKA Kasus Korupsi, Ini Kata Ketua DPW Partai Nasdem Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Walikota Dumai, Zulkifli Adnan Singkah (Zul AS) sebagai tersangka kasus korupsi, ini kata Ketua DPW Partai Nasdem Riau.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Riau Iskandar Husein menanggapi ditetapkannya Walikota Dumai Zul AS yang juga kader fungsionaris Partai Nasdem sebagai tersangka oleh KPK pada Jumat (3/5/2019).

Menurutnya tidak ada hubungan antara Nasdem dengan kasus korupsi yang melibatkan Walikota Dumai tersebut, hanya saja Zulkifli As adalah bagian dari kader partai Nasdem di Riau.

Baca: TERUNGKAP, Mayat Wanita TANPA KEPALA di Dumai TERNYATA Sedang Hamil Muda, Pakai Celana dalam Korset

Baca: PENJELASAN Ustadz Abdul Somad tentang HUKUM Mandi Balimau dan Ziarah Kubur Jelang Ramadhan di RIAU

Baca: Speaker Bar PHT 220 SB untuk Ciptakan Musik dan Film Menjadi Lebih Hidup, Soundbar Keluaran Polytron

"Kalau bicara kader ya kader Nasdem tapi (tersangka) itu urusan pribadi yang bersangkutan itu diluar jangkauan kita di Nasdem," ujar Iskandar Husein kepada Tribunpekanbaru.com Jumat (3/5/2019).

Namun yang jelas kata Iskandar Husein Zulkifli AS harus mentaati hukum yang ada,"Kalau masalah hukum harus dihormati," ujar Iskandar Husein.

Sedangkan untuk soal pendampingan hukum menurut Iskandar Husein tentunya partai tidak akan memberi pendampingan, karena Zul bermasalah saat menjadi Walikota Dumai.

"Dia bermasalah kan di Pemerintah Kota Dumai. Namun yang jelas saya juga akan sampaikan ke Ketua Umum pak Surya," ujarnya.

Menurut Iskandar sosok Zul As sendiri tidak memiliki jabatan struktur di Nasdem, hanya sebagai kader fungsionaris Nasdem di Riau saja.

Sementara untuk kader lainnya menurut Iskandar Husein, ia selalu mengingatkan agar tidak terlibat korupsi dalam bentuk apapun.

"Setiap saat selalu saya himbau yang duduk di eksekutif dan legislatif bekerja secara baik. Begitu juga untuk Caleg yang duduk harus bekerja sesuai rambu - rambu yang ada," ujarnya.

Baca: PENJELASAN Ustadz Abdul Somad tentang HUKUM Mandi Balimau dan Ziarah Kubur Jelang Ramadhan di RIAU

Baca: SUARA MASUK Pilpres 98 Persen, Prabowo MENANG Telak di Sulawesi Tenggara, KALAH Tipis di Gorontalo

Baca: Bea Cukai GAGALKAN Penyelundukan Bibit Lobster Rp 1 Miliar ke SINGAPURA, Ini Rutenya hingga Vietnam

Penetapan tersangka Walikota Dumai ini merupakan hasil pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pengurusan dana perimbangan keuangan daerah di DPR.

Sebelumnya, petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI geledah ruang kerja dan rumah dinas Walikota Dumai Zul AS, diduga terkait kasus suap.

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bawa dua koper besar usai penggeledahan Rumah Dinas Walikota Dumai Zul AS, koper tersebut diduga berisi dokumen.

Dokumen itu kuat dugaan berkaitan dengan dugaan kasus suap usulan dana perimbangan Keuangan Daerah RAPBN-P Tahun Anggaran 2018 lalu.

Ditengah kemeriahan dalam merayakan hari jadi Kota Dumai ke 20 yang jatuh pada 27 April 2019, masyarakat Kota Dumai harus dikejutkan oleh kabar penggeledahan Rumah Dinas Walikota Dumai Zul AS di bilangan Putri Tujuh Kota Dumai.

Baca: UPDATE Hasil REAL COUNT Pilpres 2019 Seluruh Indonesia SITUNG KPU Jumat 26 April, Suara Masuk 46.9%

Baca: HASIL Real Count Pilpres 2019 di Situng KPU akan Ketahuan CURANG Tanggal 22 Mei, Ini Kata Mahfud MD

Baca: Gadis REMAJA 11 Tahun di Kampar DICABULI Pria Paruh Baya, Mengaku Saat Belajar Agama dengan Neneknya

Ditengah keseruan ibu-ibu PKK di lingkungan Kota Dumai dalam meramaikan lomba masak dalam gelaran Hari Kartini di Pendopo Kota Dumai.

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi KPK yang datang dengan dua mobil seolah tak terganggu dalam melakukan penggeledahan rumah dinas yang berdampingan dengan Pendopo.

Penggeledahan dilakukan di dua tempat secara bersamaan yakni di rumah dinas Wako Dumai di Jalan Putri Tujuh dan di ruangan kerja Walikota di Kantor Walikota di Jalan Tambusai Bagan Besar Kota Dumai.

Sekitar pukul 10.00 WIB, dua mobil petugas KPK memakai rompi mendatangi kediaman Wako Dumai Zul AS dengan menggunakan dua unit mobil Toyota Innova bernopol BM 1020 RH dan BM 1685 AB.

Suasana rumah dinas tersebut pun semakin sepi.

Petugas KPK Bawa Dua Koper Besar Usai PENGGELEDAHAN Rumah Dinas WALIKOTA Dumai Riau Zul AS
Petugas KPK Bawa Dua Koper Besar Usai PENGGELEDAHAN Rumah Dinas WALIKOTA Dumai Riau Zul AS (Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan)

Sejumlah anggota kepolisian dari Polres Dumai nampak melakukan penjagaan sepanjang proses penggeledahan tersebut.

Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan kepada Tribunpekanbaru.com menyebut, pihaknya menurunkan 10 orang personil Shabara untuk mengamankan areal seputar rumah dinas tersebut.

"Kita menurunkan 10 orang personil untuk pengamanan tersebut," singkat Kapolres.

Baca: BERAWAL Kenalan di Medsos, Siswi SMP di Riau DICABULI Siswa SMA, Pelaku CUMBUI Korban di Stadion

Baca: BEJAT! Tiga Orang SISWA SMP Perkosa Siswi SD Bergantian di Bawah Pohon Durian, Korban sudah Menolak

Baca: KENALAN di Medsos, SISWA SMA Cabuli Siswi SMP di Stadion, Kepergok Warga sedang Asik Cumbui Korban

Sekitar pukul 11.50 WIB, Zul AS  keluar dari kediamannya dengan didampingi sejumlah orang menaiki sebuah mobil yang sebelumnya sudah parkir di luar pagar kediaman.

Dia pun mengelak untuk diwawancara wartawan dengan alasan ingin melaksanakan ibadah sholat Jumat.

"Nanti ya, saya mau Jumatan," kata dia singkat.

Sekitar pukul 14.00 WIB, petugas KPK melakukan penggeledahan terhadap sejumlah kendaraan diduga milik pribadi Zul AS dan dua kendaraan dinas.

Diantaranya adalah Honda CRV bernopol BM 1249 JE, Toyota Fortuner Silver bernopol BM 1366 RM dan satu unit Toyota Alphard yang nampak tidak dipasangi nomor polisi.

Sementara dua kendaraan plat merah adalah satu unit Nissan Xtrail bernopol BM 1163 R dan Toyota HiAce bernopol BM 1619 R.

Seusai pemeriksaan kendaraan, seluruh petugas kembali masuk ke dalam rumah dinas Walikota Dumai untuk melanjutkan penggeledahan.

Baca: MIRIS! Tiga REMAJA Laki-laki di Riau SETUBUHI Gadis 7 Tahun Secara Bergantian di Bawah Pohon Durian

Baca: VIDEO HABIB RIZIEQ Peringatkan LUHUT Binsar Soal Kecurangan Pilpres 2019, Curhat tentang Prabowo

Baca: VIDEO Siaran Langsung Liverpool vs Huddersfield Liga Inggris Pekan 36, Live RCTI dan Bein Sports 1

Sekitar pukul 17.01 WIB, rombongan petugas KPK keluar dari rumah dinas Zul AS dengan menenteng dua kopor berukuran besar dan sejumlah bawaan lainnya.

Petugas KPK tersebut nampak tidak lagi menggunakan rompi KPK sebagaimana ketika mereka melakukan penggeledahan.

Seusai penggeledahan, rumah dinas tersebut nampak sepi dari aktifitas.

Hanya beberapa kali tampak kendaraan pribadi keluar masuk rumah dinas tersebut dan masuk melalui pintu samping.

Seorang kenalan dekat Zul AS yang tak ingin disebutkan namanya nampak mendatangi awak media yang menunggu di pagar pembatas antara rumah dinas dan pendopo Walikota Dumai.

"Pak Wali sehat-sehat saja dan sedang berada di dalam rumah bersama istrinya. Beliau ingin istirahat karena lelah dan tak bisa memberikan komentar," ungkap lelaki tersebut.

Sebelumnya, Walikota Dumai pernah beberapa kali menghadap ke KPK di Jakarta dalam rangka pemeriksaan.

Kuat dugaan, penggeledahan dilakukan perkara dugaan kasus suap usulan dana perimbangan Keuangan Daerah Rancangan APBN-P Tahun Anggaran 2018 lalu.

WALIKOTA Dumai Zulkifli AS Jadi TERSANGKA Kasus Korupsi, Dugaan Kasusnya Ada Gratifikasi Kamar HOTEL. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Penulis: Fernando
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved