Anggota Bawaslu Inhu Sopia Warman Nyatakan Banding

Anggota Bawaslu Inhu, Sopia Warman yang divonis hakim bersalah terkait penggelembungan suara menyatakan banding pada putusan pengadilan atasnya.

Anggota Bawaslu Inhu Sopia Warman Nyatakan Banding
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Pengadilan Negeri (PN) Rengat menerima pengajuan banding Sopia Warman, anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang divonis hakim bersalah secara bersama-sama melakukan tindak penggelembungan suara.

Humas PN Rengat, Imanuel Marganda Putra Sirait menyampaikan bahwa pengajuan banding Sopia Warman disampaikan ke PN Rengat pada Kamis (4/7/2019).

"Pengajuan banding terpidana Sopia Warman sudah diterima pada Kamis kemarin, selanjutnya kita akan memasukan berkas terpidana ke Pengadilan Tinggi di Pekanbaru," kata Imanuel ketika dikonfirmasi melalui selular, Minggu (7/7/2019).

Sebelumnya Sopia Warman divonis Hakim PN Rengat terbukti melakukan tindak pidana Pemilu.

Baca: Ayahanda Ungkap Niat Mulia Sutopo Purwo Nugroho yang Belum Kesampaian

Baca: Jenazah Sutopo Purwo Nugroho Telah Tiba di Indonesia Malam Ini

Ia diganjar hukuman hukuman penjara empat bulan denda Rp 8 juta dan subsider satu bulan penjara pada sidang yang dilakukan Selasa (2/7/2019) sore.

Vonis Sopia Warman lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni lima bulan penjara dengan denda Rp16 juta dan subsidair dua bulan penjara.

Hal yang memberatkan adalah saat persidangan Sopia Warman tidak mengakui perbuatannya, dan berbelit-belit saat memberikan keterangan.

Selain Sopia Warman, ada empat orang lain yang ikut divonis bersalah melakukan tindak pidana penggelembungan suara, yakni Doni Rinaldi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhu, Randa, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rengat, Masnut, Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Rengat, dan Ridwan, anggota PPK Rengat.

Randa dan Masnur sama-sama menyatakan menerima putusan hakim PN Rengat.

Sementara Doni dan Ridwan menyatakan pikir-pikir atas putusan Hakim PN Rengat.

Meski begitu, Imanuel yang dikonfirmasi soal keputusan terpidana Doni dan Ridwan, ia masih belum bisa memastikan.

"Pada Jumat itu kebetulan saya cuti, nanti saya coba cek Senin besok," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved