Pelalawan

Karhutla Sempat Terdeteksi, Hari Ini Ada 8 Hotspot di Areal Taman Nasional Tesso Nilo Pelalawan Riau

Empat titik diantarnya tingkat confidence di atas 70 persen atau mengarah ke titik api. Hampir semua hotspot itu berdekaran dengan Desa Lubuk Kembang

Karhutla Sempat Terdeteksi, Hari Ini Ada 8 Hotspot di Areal Taman Nasional Tesso Nilo Pelalawan Riau
Dok. Satgas Karhutla Riau (IDON)
Kebakaran yang menghanguskan hutan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Kabupaten Pelalawan, Riau, terpantau dari udara oleh Tim Satgas Karhutla Riau, Sabtu (6/7/2019). 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Hari ini, Minggu (7/7/2019), hujan deras mengguyur Kota Pangkalan Kerinci dan sekitarnya setelah satu bulan lebih kemarau kering terjadi. Hampir dua jam hujan turun secara merata disambut dengan kilat dan petir.

Hujan yang menyiram ibukota Kabupaten Pelalawan ini memastikan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Tanjung Putus Desa Kuala Terusan padam total dan tak menyisakan asap lagi. Meski personil dari tim gabungan pemadaman darat telah ditarik dari lokasi kebakaran sejak Jumat (5/7/2019) pekan lalu.

"Kita tetap mengantisipasi jika besok kemarau lagi. Lahan yang sempat terbakar seluas empar hektar," terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, kepada Tribunpelalawan.com, Minggu (7/7/2019).

Hadi Penandio menuturkan, hari ini terpantau delapan hotspot atau titik panas di areal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Baca: Selain Taman Nasional Tesso Nilo, Kawasan Hutan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Juga Ikut Terbakar

Baca: Sudah 3.315 Ha Lahan Terbakar di Riau, 1.500 Personil TNI Didatangkan Bantu Cegah Karhutla Meluas

Empat titik diantarnya tingkat confidence diatas 70 persen atau mengarah ke titik api atau firespot. Hampir semua hotspot itu berdekaran dengan Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui.

Hadi mengakui pada Sabtu (6/7/2019) ada beberapa titik api kecil yang terdetekti di kawasan TNTN, tapi sudah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Mengingat areal hutan lindung itu merupakan tanah mineral dan jika terbakar tidak akan bertahan lama. Hanya saja perlu penanganan untuk melokalisir api agar tidak merembet.

"Sifat lahan mineral memang seperti itu. Jika bahan bakar diatas tanah habis, api akan mati. Berbeda dengan lahan gambut, bertahan lama apinya," tukas Hadi.

Baca: Gubernur Riau Minta Bupati dan Wali Kota Turun Tangan Atasi Karhutla

Baca: Upaya Pemadaman Karhutla di Rokan Hilir Riau Terkendala Oleh Minimnya Sumber Air

Pihaknya masih menunggu laporan dari tim yang diterjunkan ke lokasi perihal perkembangan Karhutla di areal TNTN.

Apabila semakin besar, akan diterjunkan perosnil lebih banyak lagi. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung).

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved