Polisi Beberkan Hasil Autopsi dari Tubuh Mayat yang Ditemukan Terkubur Tak Layak di Bunut

Tim identifikasi Satreskrim Polres Pelalawan telah melakukan autopsi terhadap mayat seorang pria yang ditemukan terkubur tak wajar di Bunut.

Polisi Beberkan Hasil Autopsi dari Tubuh Mayat yang Ditemukan Terkubur Tak Layak di Bunut
tribunpekanbaru.com
Petugas dan warga mengevakuasi jasad pria dikubur Telanjang di di Belakang Rumah Warga Bunut Riau, Jumat (5/7/2019) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Tim identifikasi Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan telah melakukan autopsi terhadap mayat seorang pria yang ditemukan terkubur tak wajar di belakang rumah warga Desa Petani Kecamatan Bunut pada Jumat (5/7/2019) lalu.

Korban yang kemudian diketahui bernama Junjung Siregar (21) dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Kota Pekanbaru, setelah dievakuasi tim medis dan kepolisian.

Hingga didapatkan identitas asli korban berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.

Pemeriksaan bedah mayat atau autopsi terhadap bertempat di Instalasi Kedokteran Forensik dan Perawatan Jenazah RS Bhayangkara.

"Hasil autopsi sudah kita terima dari tim dokter RS Bhayangkara untuk mendukung penyidikan dalam kasus ini. Itu benar korban Junjung Sitorus yang diduga dibunuh rekannya berinisial AM, sudah kita amankan," ungkap Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan SIK, kepada tribunpelalawan.com, Minggu (7/7/2019).

Baca: Jenazah Sutopo Purwo Nugroho Telah Tiba di Indonesia Malam Ini

Baca: Pasca Serangkaian Aksi Mahasiswa, Rektor UIN Suska Riau Ajak Semua Pihak Jaga Suasana Kampus

Hasil pemeriksaan di kepala, lengan kiri atas dan anus, resapan darah pada kulit kepala bagian dalam dan otot-otot leher akibat kekerasan tumpul.

Selanjutnya ditemukan luka terbuka pada dada kiri, perut dan punggung, kedua paha, robekan pada sela iga ke-6 dada kiri, kandung jantung, sekat rongga badan kiri, jaringan ikat penggantung usus dan sampai lemak kiri akibat kekerasan tajam.

Pada anus ditemukan tampak melebar, yang mana berdasarkan pola dan gambarannya tidak bertentangan dengan kasus sodomi.

Penyebab korban meninggal diduga akibat kekerasan tumpul pada daerah leher.

Secara tersendiri kekerasan tajam pada daerah dada dapat menimbulkan kematian.

Halaman
123
Penulis: johanes
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved