Kepulauan Meranti

PPBD Selesai 2019, SMPN 5 Kepulauan Meranti Hanya Terima 12 Pendaftar, Ini Sebabnya

Meskipun proses penerimaan berjalan lancar, pihak Disdikbud Kepualuan Meranti menemukan ada SMP minim siswa baru.

PPBD Selesai 2019, SMPN 5 Kepulauan Meranti Hanya Terima 12 Pendaftar, Ini Sebabnya
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
FOTO ILUSTRASI - Sejumlah orangtua dan calon peserta didik sedang melihat pengumuman kelulusan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di SMP Negeri 6 Pekanbaru, Jumat (5/7/2019). 

PPBD Selesai 2019, SMPN 5 Kepulauan Meranti Hanya Terima 12 Pendaftar, Ini Sebabnya

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan sistem zonasi dikatakan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) berjalan dengan baik hingga hari terakhir.

Meskipun proses penerimaan berjalan lancar, pihak Disdikbud Kepualuan Meranti menemukan ada SMP minim siswa baru.

Sekolah SMPN 5 yang berada di Selatpanjang tersebut hanya menerima 12 orang pendaftar.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, Syafrizal mengatakan penyebab sedikitnya pendaftar di sekolah tersebut, dimungkinkan karena keberadaan peserta didik tidak banyak yang tinggal di daerah tersebut.

Kemungkinan lain peserta didik banyak yang memilih sekolah lain.

"Mungkin banyak masyarakat yang belum minat terhadap sekolah tersebut, disanakan banyak warga Tionghoa, dan mereka lebih memilih sekolah swasta yang memiliki fasilitas lengkap. Letak sekolah saat ini dan fasilitas penunjang yang ada ikut berpengaruh, kedepannya sekolah itu akan kita baguskan, dikemas ulang dan jika memungkinkan akan dipindahkan," ungkap Syafrizal, Minggu (7/7/2019).

Baca: MTQ ke 50 Tingkat Kabupaten Kampar Resmi Dibuka, Peserta dari 21 Kecamatan

Selain itu kata Syafrizal, pihaknya akan mendata ulang, apakah di sekolah lain yang memiliki zona yang sama terjadi penumpukan.

"Nanti kita lihat lagi apakah di sekolah lain yang zonasinya sama terjadi penumpukan, jika tidak berarti banyak orang tua siswa yang memasukkan anaknya ke sekolah luar atau Pesantren," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, meski sedikit peserta didik yang mendaftar namun sekolah harus tetap berjalan.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved