Berita Riau

Kasus Korupsi Cetak Sawah Dilimpahkan ke Pengadilan, Kejari Berharap Persidangan Berjalan Cepat

Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Riau melimpahkan kasus dugaan korupsi cetak sawah ke Pengadilan Tipikor.

Kasus Korupsi Cetak Sawah Dilimpahkan ke Pengadilan, Kejari Berharap Persidangan Berjalan Cepat
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
Dugaan KORUPSI Cetak Sawah di Desa Gambut Pelalawan Riau, Dua Tersangka Segera Jalani Persidangan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Riau melimpahkan kasus dugaan korupsi cetak sawah Dinas Pertanian tahun 2012 ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru pada Kamis (4/7/2019) pekan lalu.

Perkara korupsi cetak sawah jilid II itu akan dilimpahkan untuk melanjutkan proses hukum terhadap proyek gagal senilai Rp1 miliar tersebut.

Berdasarkan petunjuk dari kepala Kejari Pelalawan, Nophy Tennophero South, yang juga menunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan menghadapi persidangan, jika jadwal sidang telah dikeluarkan oleh pengadilan.

"Kemarin sudah kita limpahkan ke pengadilan, hari Kamis minggu lalu tepatnya. Jadi tinggal menunggu jadwal persidangan dari PN Tipikor Pekanbaru," ungkap Kajari Pelalawan, Nophy Tennophero South SH MH, melalui Kasi Pidsus Andre Antonius SH kepada Tribun, Senin (8/7/2019).

Baca: Usulkan Tiga Nama. PKS Pekanbaru Bahas Calon Ketua DPRD Kota

Baca: Hendak Selamatkan Sang Adik yang Terpeleset, Reki Tenggelam di Danau Rusa Kampar

Andre Antonius menuturkan, kedua tersangka dalam kasus ini, Muhammad Yunus dan Sutrisno, sampai saat ini dalam kondisi sehat dan bisa menjalani persidangan di PN nantinya.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan dari Dinas Pertanian Pelalawan itu ditahan penyidik kejaksaan sejak 23 Mei lalu setelah diperiksa intensif.

Baca: Satpol PP Pekanbaru Ancam Pidanakan Manajemen Hotel. Ini Penyebabnya

"JPU dalam persidangan nanti, saya bersama tim Pidsus langsung. Kita berharap sidangnya berjalan cepat, karena masih banyak pekerjaan yang hendak kita tuntaskan," tambah Andre.

Seperti diketahui Kejari Pelalawan menahan dua tersangka kasus korupsi ceetak sawah tahun 2012 di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti.

Keduanya berasal dari pemerintahan yakni M Yunus merupakan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Sutrisno merupakan Pejabat Pelaksan Teknis Kegiatan (PPTK) yang juga mantan Kepala UPTD Pertanian Teluk Meranti.

PNS dan pesiunan ini merupakan rombongan kedua yang menjadi korban proyek cetak sawah senilai Rp1 miliar yang diduga gagal itu.

Satu tahun lalu jaksa Menjebloskan dua tersangka yakni Jumaling sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) dan Kharuddin sebagai kontraktor.

Mereka saat ini sedang menjalani hukuman sesuai vonis dari hakim. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved