Indragiri Hulu

Objek Wisata Tembulun Inhu Riau Disarankan Ditutup karena Tak Berizin

Plt Kepala Disporapar Inhu memastikan bahwa objek wisata Tembulun di Dusun Sungai Arang, Inhu tidak berizin.

Objek Wisata Tembulun Inhu Riau Disarankan Ditutup karena Tak Berizin
Ist
Jasad korban tenggelam di objek wisata Tembulun, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Inhu saat dibawa ke klinik. 

Objek Wisata Tembulun Inhu Riau Disarankan Ditutup karena Tak Berizin

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Ibrahim Alimin memastikan bahwa objek wisata Tembulun di Dusun Sungai Arang, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu tidak berizin.

Oleh karena itu dirinya menyarankan agar objek wisata tersebut ditutup sementara hingga pengelola mengurus izinnya.

"Objek wisata Tembulun di Sungai Arang tidak memiliki izin, kita sarankan agar ditutup sementara sampai pengelola mengurus izinnya," kata Ibrahim ketika dikonfirmasi melalui selular, Senin (8/7/2019).

Baca: Sebelum Tewas Tenggelam di Objek Wisata Inhu Riau, Bocah RA Sempat Lambaikan Tangan Minta Tolong

Baca: Bocah Tewas Tenggelam di Objek Wisata Inhu Riau, Lurah Imbau Kawasan Ditutup Sementara

Baca: Pasca Insiden Bocah Tewas Tenggelam, Disporapar Inhu Riau akan Surati Seluruh Objek Wisata Alam

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Inhu, Lishaizar mengatakan bahwa hampir seluruh objek wisata alam di Inhu saat ini tidak punya izin.

Menurutnya pengelola objek wisata tersebut segera mengurus izinnya, sehingga pemerintah bisa turut campur tangan dalam pengelolaan dan pengembangan objek wisata tersebut.

"Melalui campur tangan pemerintah, nantinya objek wisata tersebut bisa mendapatkan kucuran anggaran untuk pengembangan objek wisata tersebut," kata Lishaizar.

Selain itu, Lishaizar berkata dengan campur tangan pemerintah maka bisa menghindari terjadinya pungutan liar (Pungli) di dalam objek wisata tersebut.

"Berdasarkan aturan apabila sudah memiliki izin maka ada sumber penghasilan asli daerah yang bisa dikelola dari objek wisata alam tersebut," katanya. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved