Breaking News:

Indragiri Hulu

RA Lambaikan Tangan Minta Tolong, Minim Pengawasan, Objek Wisata di Inhu Kembali Telan Korban

Seorang anak berinisial RA (10) tewas tenggelam di objek wisata Tembulun, Dusun Sungai Arang, Inhu, Riau.

Ist
Jasad korban tenggelam di objek wisata Tembulun, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Inhu saat dibawa ke klinik. 

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Seorang anak berinisial RA (10) tewas tenggelam di objek wisata Tembulun, Dusun Sungai Arang, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu ( Inhu), Provinsi Riau pada Minggu (7/7/2019).

Korban diduga tewas saat berenang di lokasi objek wisata tanpa memakai alat pengaman.

Berdasarkan krologis yang dipaparkan Polres Inhu, korban juga tidak diawasi oleh orangtuanya.
RA diketahui berkunjung ke Tembulun bersama dengan ibunya berinisial JI (40).

Saat tiba di lokasi objek wisata, RA langsung meloncat ke dalam air tanpa memakai pengaman dan tidak melepaskan baju terlebih dahulu. Pengunjung berteriak meminta tolong ketika melihat seorang anak berenang sambil melambaikan tangan.

"Korban sempat meminta tolong sambil melambaikan tangannya," kata Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran.

Petugas pengelola objek wisata Tembulun berupaya menolong korban. Saat dibawa ke tepi air, petugas langsung memberikan napas buatan. Namun nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.

Petugas pengelola juga kesulitan mencari orangtua korban. Setelah ibu korban diketahui identitasnya, korban langsung dibawa ke Klinik Medika di Simpang PT KAT.

Ternyata korban sudah tidak bernyawa. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Indrasari Rengat untuk dilakukan visum.

Camat Seberida, Sani mengungkapkan, objek wisata Tembulun dikelola secara pribadi dan pihak pengelola tidak pernah berkoordinasi dengan kecamatan.

"Kalau dulu waktu saya berkunjung ke lokasi itu pengelolanya ada melakukan pengawasan.
Namun kalau sekarang saya tidak tahu. Karena selama ini pengelola juga tidak pernah berkoordinasi dengan kecamatan," katanya.

Senada diungkapkan Lurah Pangkalan Kasai, Setiawan yang mengungkapkan wisata Tembulun berada di dalam areal tanah pribadi.

"Kemarin sudah sempat mau kerjasama dengan Disporapar. Cuma tidak tercapai kesepakatan, sehingga tak jadi dikelola oleh Disporapar," kata Setiawan.

Setiawan prihatin atas kejadian ini, karena itu pihak kelurahan menghentikan sementara operasional objek wisata Tembulun.

"Kita sarankan berhenti dulu, sampai memenuhi syarat standar kemananan," katanya.
Setiawan menambahkan, pihaknya juga sempat menghentikan aktivitas pungli di sekitar lokasi wisata Tembulun.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved