Siak

Raup Jutaan Rupiah Per Bulan, Mukadi Sukses Sulap Sawah Jadi Kebun Salak Madu

Mukadi (65), warga Kampung Banjar Seminai, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak satu di antara petani salak yang menuai kesuksesan.

Raup Jutaan Rupiah Per Bulan, Mukadi Sukses Sulap Sawah Jadi Kebun Salak Madu
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Rumpun salak madu di Kampung Banjar Seminai, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Senin (8/7/2019). 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Komoditas perkebunan di Kabupaten Siak tidak hanya terfokus pada sawit, karet dan padi. Salak juga menjadi buah primadona yang membuat pekebunnya telah banyak menuai sukses.

Mukadi (65), warga Kampung Banjar Seminai, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak satu di antara petani salak yang menuai kesuksesan. Melalui kebun salak, Mukidi berhasil memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Di Kampung Seminai hanya Mukadi yang berkebun salak. Bila memasuki kampung itu dengan bertanya kediaman Mukadi, warga setempat segera memberitahu.

Senin (8/7/2019), Mukadi berkesempatan berbagi cerita dengan awak media. Mukadi awalnya bukanlah pekebun salak madu. Ia mencoba berkali-kali gagal panen kala menjadi petani padi. Setelah putus asa pada komoditas padi sawah, barulah Mukadi mencoba peruntungan pada tanaman salak, yang kala itu sempat diragukan petani lainnya.

"Sekitar 11 tahun lalu saya petani sawah. Tapi berkali-kali saya gagal panen, merugi sepanjang tahun," kata Mukadi, ramah.

Sawah dimiliki Mukadi pun akhirnya dikeringkan. Salak pondoh, komoditas baru bagi dirinya dicoba untuk penopang hidup. Begitu sawah kering, ia mulai menanami bibit salak secara teratur.

Lambat laun, salak itu pun tumbuh subur. Dari berputik hingga berbuah hingga matang dan siap panen. Awalnya Mukadi hanya mencoba memasarkan di pasar yang ada di Kabupaten Siak. Salak dijual sebagaimana harga pasaran.

Selama 9 tahun menanam salak pondoh, akhirnya berganti menjadi salak madu. Mukadi memilih salak madu 2 tahun terakhir karena dagingnya lebih tebal dan rasanya lebih manis.

"Di kampung lain rata-rata salak pondoh. Lalu saya dapat bibit salak madu, saya coba ganti akhirnya Alhamdulillah bisa tumbuh subur," kata dia.

Dari hasil penjualan buah salak madu tersebut, Mukadi berhasil mengantongi rata-rata Rp 4 juta per bulan. Ia memiliki 2.000 batang salak madu dengan luas lahan sekira 2.500 meter persegi.

Saat ini ia hampir setiap hari memanen salak. Karena saat ini banyak pesanan baik dari dalam maupun luar Kabupaten Siak. Mukadi kebanjiran orderan. Itupun belum seluruh rumpun salak yang menghasilkan.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved