Khawatir Upah Tak Dibayar, F Nekat Jual Sabu Bawaannya di Kota Dumai

Seorang yang mengaku kurir sabu menjual sabu bawaannya di Dumai, karena khawatir upahnya tidak dibayar sesampainya tempat tujuan.

Khawatir Upah Tak Dibayar, F Nekat Jual Sabu Bawaannya di Kota Dumai
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan, menunjukkan barang bukti sabu seberat 1 kilogram didampingi Kasat Restik Polres Dumai, AKP Novarianti. 

tribunpekanbaru.com - F (34) diamankan kepolisian bersama sabu-sabu seberat satu kilogram lebih. Lelaki berperawakan plontos ini mengaku membawa barang haram tersebut dari Selat Panjang, untuk didistribusikan di Kota Pekanbaru.

"F diupah sebesar Rp25 juta untuk membawa sabu dari Selat Panjang ke Pekanbaru. Namun di perjalanan, karena tidak ada kepastian masalah pembayaran, dia memutuskan untuk menjualnya di Dumai," ungkap Kapolres Dumai, AKBP Restika P Nainggolan, Selasa (9/7).

Dilanjutkannya, dalam pengakuan F saat diperiksa petugas, dia mengaku membawa muatan ilegal tersebut dengan menumpang kapal pengangkut sembako.

Sesampainya di Kota Dumai, sabu tersebut sempat disimpannya terlebih dahulu di rumahnya, sebelum akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian.

Masih dalam keterangan F kepada petugas, dirinya sudah dua kali mengambil peran sebagai pengangkut atau kurir narkoba tersebut.

"Sabu-sabu ini bernilai sekitar Rp200 juta dengan rencana awal dijual di Pekanbaru. Namun pelaku justru mendistribusikannya di Dumai," terangnya.

Akibat kesalahannya tersebut, F diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atas dugaan melanggar UU Narkotika Nomor 35/2009. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved