Berita Riau

33 ANAK di Riau Alami Kekerasan Seksual, Pelecehan Seksual dan Bullying, Saatnya Riau Punya KPAID

Sebanyak 33 anak di Riau alami kekerasan seksual, pelecehan seksual dan bullying, ini mengandung aspek sosial dan psikologi, saatnya Riau punya KPAID

33 ANAK di Riau Alami Kekerasan Seksual, Pelecehan Seksual dan Bullying, Saatnya Riau Punya KPAID
Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
33 ANAK di Riau Alami Kekerasan Seksual, Pelecehan Seksual dan Bullying, Saatnya Riau Punya KPAID 

33 ANAK di Riau Alami Kekerasan Seksual, Pelecehan Seksual dan Bullying, Saatnya Riau Punya KPAID

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 33 anak di Riau alami kekerasan seksual, pelecehan seksual dan bullying, ini mengandung aspek sosial dan psikologi, saatnya Riau punya KPAID.

Tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak di Provinsi Riau sampai saat ini, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Muhammadiyah Riau, Dr Elviandri S HI M Hum menilai, sudah selayaknya Riau memiliki Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID).

Dikatakan Elviandri, ia sempat kaget mengetahui data tingginya angka kekerasan tersebut hingga Juni 2019, yang jumlah korban mencapai 33 anak.

Baca: SELEBGRAM Cantik Asal ACEH Ini Mau Dipoligami, Tapi Ada Jikanya, Poligami Segera Legal di Aceh

Baca: SUHU UDARA Siang Hari di Madinah Capai 41 Derajat Celcius, Satu Orang JCH Asal Riau Dirawat di KKIH

Baca: JAKSA Kejati Riau Lanjutkan KASUS Dugaan KORUPSI Dana Hibah Penelitian di UIR, Panggil Direktur CV G

Walaupun ada peran orangtua, guru dan juga masyarakat, namun menurutnya secara khusus tetap harus ada pendampingan dari KPAID.

"Saya kaget saat baca Tribun Pekanbaru tadi, ternyata jumlah korban kekerasan seksual di Riau bukannya berkurang, tapi malah bertambah. Riau saat ini sangat membutuhkan KPAID, karena selain tanggungjawab orangtua, guru dan masyarakat, anak juga butuh pendampingan khusus dari KPAID," kata Elviandri kepada Tribun, Rabu (10/7).

Dikatakan Elviandri, dulunya memang pernah dibentuk KPAID Provinsi Riau, namun sudah lama vakum.

Menurutnya perlu diaktifkan kembali, sekaligus pembentukan komisi di tingkat kabupaten/kota.

"Keberadaan komisi ini adalah memberikan edukasi masyarakat, advokasi, dan juga menangani. Ketika ada orangtua anaknya dibulli di sekolah, maka komisi ini yang akam membantu," ujarnya.

33 ANAK di Riau Alami Kekerasan Seksual, Pelecehan Seksual dan Bullying, Saatnya Riau Punya KPAID
33 ANAK di Riau Alami Kekerasan Seksual, Pelecehan Seksual dan Bullying, Saatnya Riau Punya KPAID (Kolase Internet)

Elviandri juga menjelaskan, persoalan pelecehan seksual dan bullying, itu bukan saja tindak pidana, namun juga ada aspek sosial, psikologi dan juga traumatik terhadap korban.

Baca: TERDAKWA Bandar Narkoba Pemilik 98 Kilogram Sabu-sabu di Pekanbaru Riau Dituntut HUKUMAN MATI JPU

Baca: DUDA di Pelalawan Riau Jadi KORBAN Sodomi di PENJARA hingga Menyukai Sesama Jenis dan Tega Membunuh

Baca: Lima Putra Putri Inhu Terpilih Jadi Pasukan Pengibar Bendera Tingkat Provinsi Riau dan Nasional

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved