Pekan LIfe

Diduga Akan Dijadikan Lahan Parkir, Orangtua Murid Pajang Spanduk Tolak Merjer 3 SDN di Jalan A Yani

Kami tak terima dimerjer, sebab kami menduga jika akan ada bangunan sekolah yang bakal dialihfungsikan menjadi lahan parkir dan juga perluasan pasar

Diduga Akan Dijadikan Lahan Parkir, Orangtua Murid Pajang Spanduk Tolak Merjer 3 SDN di Jalan A Yani
TRIBUNPEKANBARU.COM/Guruh Budi Wibowo
Orangtua murid SDN 01,10, dan SDN 156 Jalan Ahmad Yani, Kota Pekanbaru memajang spanduk penolakan merjer, Rabu (10/7/2019). 

TRIBUNPEKANBARU COM,PEKANBARU-Orangtua murid SDN 01, SDN 10, dan SDN 156 memajang spanduk penolakan merjer sekolah.

Orangtua murid dan komite di tiga sekolah tersebut sepakat menolak merjer lantaran mereka menduga jika ada sekolah yang bakal dikorbankan menjadi pasar dan juga lahan parkir.

"Kami tak terima dimerjer, sebab kami menduga jika akan ada bangunan sekolah yang bakal dialihfungsikan menjadi lahan parkir dan juga perluasan pasar," ujar Ketua Komite 01, Sofial Alidin, Rabu (10/7/2019).

Sofial mengatakan, orangtua dan komite sekolah tidak diberitahu sebelumnya oleh Pemkot Pekanbaru jika tiga sekolah tersebut bakal dimerjer menjadi satu.

Mereka juga khawatir akan ada penumpukan murid jika sekolah dimerjer.

Seratusan orangtua murid dan komite SDN 01, 10 dan SDN 156 Jalan Ahmad Yani Kota Pekanbaru berkumpul di sekolah untuk sampaikan protes kebijakan merjer sekolah yang direncanakan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Rabu (10/7/2019).
Seratusan orangtua murid dan komite SDN 01, 10 dan SDN 156 Jalan Ahmad Yani Kota Pekanbaru berkumpul di sekolah untuk sampaikan protes kebijakan merjer sekolah yang direncanakan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Rabu (10/7/2019). (TRIBUNPEKANBARU.COM/Guruh Budi Wibowo)

"Kami juga menduga ada indikasi yang tidak baik di balik rencana merjer tersebut. Sepertinya ada satu sekolah yang akan dikorbankan untuk lahan parkir dan juga pasar," ujar Sofial.

Hal tersebut juga pernah terjadi pada beberapa waktu yang lalu.

Menurut Sofial, komplek sekolah tersebut sebenarnya ditempati oleh 5 sekolah.

Seiring waktu berjalan berkurang menjadi 3 sekolah saja di komplek tersebut.

"Sekolah yang 2 itu ditutup, belakangan lahannya dibuat pasar. Sampai saat ini pasar tersebut pun tak beroperasi," ujar Sofial.

Halaman
12
Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved