Gara-gara Kicauan di Medsos, Rumah Istri Seorang Polisi di Meranti Dikepung Warga

Seorang istri polisi di Kabupaten Kepulauan Meranti nyaris diamuk warga gara-gara chatting di medsos yang dinilai menghina Meranti.

Gara-gara Kicauan di Medsos, Rumah Istri Seorang Polisi di Meranti Dikepung Warga
Istimewa
Rumah seorang istri polisi di Kampung Baru, Kabupaten Kepulauan Meranti, dikepung warga pada Selasa (9/7) malam. Dia nyaris diamuk warga gara-gara kicauan di media sosial yang dianggap menghina Kampung Baru dan Kepulauan Meranti. 

tribunpekanbaru.com - Seorang istri polisi di Kabupaten Kepulauan Meranti bernama Rita Mariana, nyaris diamuk warga pada Selasa (9/7) malam lalu. Dia akhirnya terhindar dari amukan warga setelah diamankan aparat kepolisian setempat.

Dari pantauan di lokasi kejadian, di sekitar wilayah Kampung Baru sekitar pukul 20.30 WIB, kerumunan warga memadati sekitar rumah Rita. Sementara aparat kepolisian juga sudah berada di lokasi berjaga di depan pintu rumah tersebut.

"Halau saja dari kampung kami, jika perlu di tes urine. Macam sudah tak waras lagi asal cakap saja," teriak salah seorang warga di tengah kerumunan.

Selang beberapa saat, pihak kepolisian langsung membawa Rita masuk ke dalam mobil yang telah disiapkan di sekitar lokasi. Wanita itupun tampak tertunduk masuk ke dalam mobil dengan menggunakan helm.

Namun warga terus mengerumuni mobil yang membawa wanita itu, sekaligus mengambil foto dan merekam kejadian tersebut. Perlahan mobil berjalan, warga pun mulai membubarkan diri.

"Beruntung polisi cepat datang dan membawa pergi. Kalau tidak tentu akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena warga makin banyak berdatangan," ujar Mahmudin, Ketua RW 04 atau RW setempat.

Kata Mahmudin pula, dirinya selaku ketua RW sebenarnya sangat menyayangkan sampai terjadi hal seperti itu.

Sementara itu, Babinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Selatan, Brigadir Solehudin mengungkapkan, persoalan tersebut berawal dari chatting di media sosial oleh Rita ke warga setempat, yang diduga berisi ucapan kurang pantas sehingga memicu kemarahan warga.

"Yang jelas kita amankan dulu biar tidak tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan persoalan ini segera selesai," harapnya.

Kejadian itu bermula saat banyak orang membagikan hasil tangkapan layar berisi chatting wanita istri perwira polisi itu. Di dalam chatting tersebut, Rita minta RT setempat untuk mengusir para pemuda yang sering nongkrong di depan rumahnya. Dia juga mengatakan, Kampung Baru tempatnya tinggal merupakan sarang narkoba, dan para pemuda yang nongkrong itu adalah para pemakainya.

Untuk diketahui, sebelumnya Rita juga pernah bermasalah dengan kicauannya di media sosial. (ted)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved