Pembangunan Kawasan Industri Tenayan Dimulai Tahun Depan

Wali Kota Pekanbaru, DR Firdaus optimistis pembangunan Kawasan Industri Tenayan (KIT) sudah dimulai pada pertengahan tahun 2020.

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, DR Firdaus optimistis pembangunan Kawasan Industri Tenayan (KIT) sudah dimulai pada pertengahan tahun 2020.

Saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sedang mematangkan rencana tersebut dengan melakukan pertemuan bersama sejumlah pihak.

Sejauh ini kata Firdaus, sudah banyak investor yang sudah tertarik untuk menanamkan modalnya di kawasan seluas 266 hektar itu.

"Saya perkirakan dimulai pada pertengahan hingga akhir 2020 dimulai pembangunannya Terkait pasokan listrik di kawasan industri Tenayan, saya sudah berkoordinasi dengan Dirut PLN," ujar Firdaus, Rabu (10/7/2019).

Sedangkan terkait lahan, Firdaus mengatakan sudah membahasnya bersama BPN Kota Pekanbaru.

Selain lahan kawasan industri Tenayan, pembahasan juga meliputi infrastruktur pendukung kawasan industri Tenayan, seperti jalan dan fasilitas lainnya.

"Intinya pembahasan untuk konsolidasi lahan untuk percepatan pembangunan kawasan industri Tenayan," ujarnya.

Selain itu, ia menjamin pasokan listrik untuk kawasan Industri Tenayan yang saat ini sudah dirancang Pemko Pekanbaru.

Menurut Firdaus, pihak PLN telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan yang digadang-gadangkan sebagai ladang investasi Kota Pekanbaru.

"Saya barusan berjumpa dengan Dirut PLN, mereka telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk menjamin pasokan listrik di kawasan industri Tenayan," sebutnya.

Dengan pembangkit listrik yang saat ini dibangun PLN di Tenayan Raya berkapasitas daya mencapai 270 Megawatt bisa memenuhi kebutuhan listrik di kawasan industri Tenayan.

Firdaus mengatakan, bagi investor yang bakal menanamkan modalnya di kawasan industri Tenayan, listrik merupakan hal yang sangat penting.

Sejauh ini kata Firdaus, sudah banyak investor yang sudah tertarik untuk menanamkan modalnya di kawasan seluas 266 hektar itu.

"Cukup banyak yang sudah tertarik, mulai dari farmasi hingga logam. Dalam menjalankan bisnisnya, tentu membutuhkan pasokan listrik yang memadai," ujarnya optimistis.(*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved