Proposal Bantuan Kelompok Tani di Bengkalis Banyak yang Tidak Sesuai e-Planning saat Musrenbang

Dinas Pertanian Bengkalis sulit mengakomodir proposal bantuan dari kelompok tani karena tidak sesuai hasil musrenbang sebelumnya.

Proposal Bantuan Kelompok Tani di Bengkalis Banyak yang Tidak Sesuai e-Planning saat Musrenbang
internet
Ilustrasi pertanian 

tribunpekanbaru.com - Sebagian kelompok tani yang mengajukan permohonan bantuan baik bibit, pupuk, maupun pestisida melalui APBD Bengkalis tahun 2020 mendatang, terancam tidak bisa direalisasikan secara maksimal.

Pasalnya, proposal permohonan bantuan yang diterima Dinas Pertanian Bengkalis, banyak yang tidak sesuai dengan permohonan di e-planning setelah diverifikasi.

Hal ini diungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura, Novarianti, kepada awak media, Rabu (10/7). Menurut dia, pengajuan bantuan melalui e-planning sudah disusun pada Musrenbang kecamatan pada April 2019 untuk tahun 2020 mendatang.

"Permohonan melalui e-planning untuk bantuan tahun 2020 sudah tercatat pada e-planning April lalu. Kemudian prososal dari kelompok tani yang masuk ke kita saat ini ternyata banyak yang tidak sesuai e-planning yang sudah disusun di Musrembang kecamatan," ungkap Nova.

Kondisi ini menjadi kendala bagi Dinas Pertanian untuk memverifikasi antara yang tercatat di e-planning dengan proposal yang masuk. Seharusnya, kelompok tani saat Musrembang di kecamatan lalu sudah langsung menyiapkan proposal, sehingga cocok dengan e-planning yang disiapkan melalui Musrembang.

"Karena tidak cocok kita tidak bisa menindaklanjuti proposalnya. Karena tidak sesuai dengan e-planning," tambah Nova.

Menurut dia, penggunaan e-planning dalam pengajuan bantuan memang baru diterapkan tahun ini, untuk kegiatan tahun 2020 mendatang.

Tidak sesuainya proposal yang masuk ini, kemungkinan terjadi karena informasi penggunaan e-planning belum sampai secara menyeluruh ke masyarakat di tingkat desa.

"Nampaknya untuk tahun 2020 permohonan bantuan kemungkinan tidak terealisasi maksimal. Terutama permohonan yang diajukan kelompok tani di luar e-planning," terang Nova lagi.

Namun begitu, Dinas Pertanian Bengkalis akan mengupayakan bantuan maksimal melalui APBN. Seperti bantuan benih melalui anggaran pusat masih bisa diakomodir dengan penyaluran bibit dari anggaran APBN.

Sedangkan untuk pupuk, karena tidak bisa dimaksimalkan melalui APBD Bengkalis tahun depan, pihaknya menyarankan masyarakat menggunakan pupuk bersubsidi.

"Sedangkan pestisida, kita bantu nanti lewat program stop brigade yang merupakan program Dinas untuk membasmi hama sebelum penanaman di daerah terserang hama. Bantuan pestisida ini terbatas hanya daerah yang ada serangan saja, dan nanti tidak menjangkau semua kelompok tani," ujarnya menjelaskan. (sir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved