Kampar

Wanita Kawin Hanya 53 Persen Pakai Kontrasepsi, DPPKBP3A Kampar Gelar Sosialisasi KB

Diperkirakan sekitar 53 persen saja wanita berstatus kawin memakai kontrasepsi. Sementara wanita kawin yang tahu tentang metode amenotea laktasi.

Wanita Kawin Hanya 53 Persen Pakai Kontrasepsi, DPPKBP3A Kampar Gelar Sosialisasi KB
TribunPekanbaru/TheoRizky
Warga memasang kontrasepsi implan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kampar menggelar sosialisasi KB pascapersalinan dan keguguran di aula Kantor DPPKBP3A, Rabu (10/7/2019).

Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelaksana program KB yaitu PLKB, bidan, kader dan pasangan usia subur dalam memilih alat kontrasepsi setelah pasca persalinan dan pasca keguguran.

48 peserta terdiri dari, bidan, PLKB, kader dan pasangan usia subur (PUS) dari tiga kecamatan yakni Gunung Sahilan, Siak Hulu dan Kampa hadir dalam acara sosialisasi tersebut.

Pembicara dari RSUD Bangkinang dr Arvan SPOG dan dari DPPKBP3A drg Awal Haeniwati dan Irma Suryani.

Dalam kegiatan ini disosialisasikan tentang KB pascapersalinan dan pascakeguguran, pilihan kontrasepsi bagi ibu bersalin, ibu menyusui, metode KB, konseling dengan tujuan mengatur kelahiran, menjaga jarak kehamilan dan menghindari ibu hamil yang tidak diinginkan melalui alat atau kontrasepsi setelah melahirkan dan setelah mengalami keguguran.

Sekretaris DPPKBP3A Kampar drg Awal Haeniwati memaparkan, program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga masih tetap menjadi perhatian dan komitmen pemerintah.

Dari pantauan saat ini menunjukkan bahwa wanita berstatus kawin di Kabupaten Kampar telah mengetahui tentang alat dan obat kontrasepsi modern. Namun sayangnya pengetahuan tersebut tidak diikuti dengan penggunaan kontrasepsi modern tersebut.

Diperkirakan sekitar 53 persen saja wanita berstatus kawin memakai kontrasepsi. Sementara wanita kawin yang tahu tentang metode amenotea laktasi (MAL) dengan memberikan ASI ekslusif hanya diperkiran kurang lebih 40 persen saja.

"Untuk mewujudkan pembangunan yang berwawasan kependudukan dan keluarga kecil bahagia sejahtera semua petugas program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi (KB-KR) di lapangan mesti lebih profesional dan mempunyai kompetensi dalam memberikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan," ucapnya. (tribunpekanbaru.com/ikhwanul rubby)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved