Berita Riau

BUPATI Kepulauan Meranti Riau Dipanggil KPK, Terkait Kasus Suap DAK 2016, Ini Penjelasan Irwan Nasir

Bupati Kepulauan Meranti Riau, Irwan Nasir dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus suap DAK 2016, ini penjelasan Irwan Nasir

BUPATI Kepulauan Meranti Riau Dipanggil KPK, Terkait Kasus Suap DAK 2016, Ini Penjelasan Irwan Nasir
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
BUPATI Kepulauan Meranti Riau Dipanggil KPK, Terkait Kasus Suap DAK 2016, Ini Penjelasan Irwan Nasir 

BUPATI Kepulauan Meranti Riau Dipanggil KPK, Terkait Kasus Suap DAK 2016, Ini Penjelasan Irwan Nasir

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUANMERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Riau, Irwan Nasir dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus suap DAK 2016, ini penjelasan Irwan Nasir.

Terkait pemberitaan yang marak di media massa tentang pemanggilan Bupati Meranti Drs. Irwan M.Si sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam perkara yang melibatkan anggota DPR RI Bowo Sigit.

Bupati Irwan mengaku tidak ada yang perlu dipersoalkan karena dirinya hanya dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Baca: SELEBGRAM Cantik Asal ACEH Ini Mau Dipoligami, Tapi Ada Jikanya, Poligami Segera Legal di Aceh

Baca: Asri Temukan MAYAT TERAPUNG di Sungai Siak Pekanbaru Saat Mendayung Sampan, Berjenis Kelamin Pria

Baca: SEMPAT Buang 7 Paket Sabu-sabu Melalui Jendela, Pengedar Narkoba di Pelalawan Riau Ditangkap Polisi

 

Selain itu menyangkut dugaan keterlibatannya atas kasus suap DAK Tahun 2016 ditegaskannya, dirinnya ketika itu hanya berstatus sebagai PNS biasa dan sudah tidak menjabat Bupati lagi karena masa jabatannya di periode pertama sudah habis.

"Seperti disampaikan Pak Bupati, terkait dugaan kasus suap dana DAK yang melibatkan dirinya tidak beralasan karena saat itu terjadi Pak Bupati sudah tidak menjabat lagi dan statusnya hanya sebagai PNS biasa," ujar Kepala Bagian Humas Sekdakab Meranti Hery Saputra sesuai penjelasan Bupati Irwan.

Seperti diketahui jabatan Bupati Kepulauan Meranti Meranti Drs. H. Irwan M.Si pada periode pertama telah berakhir pada tanggal 30 Juli 2015.

Hampir setahun sejak saat itu, barulah Irwan dilantik kembali untuk Jabatan Bupati Kepulauan Meranti Periode Ke-2 tepatnya 17 Juli 2016, oleh Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman.

Dikatakan Hery saat dugaan suap Dana DAK itu terjadi Bupati Irwan tengah sibuk mengurus pencalonan dirinya untuk mengikuti Pilkada Meranti 2016-2021.

Baca: JADWAL Pemadaman Listrik di Rayon Taluk Kuantan Kamis Tanggal 11 Juli 2019

Halaman
123
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved