Pelalawan

Dieksekusi Jaksa dalam Kasus Korupsi, Azmun Jaafar Bayar Denda Rp 50 Juta ke Kejari Pelalawan Riau

Terpidana kasus korupsi pengadaan lahan perkantoran Bhakti Praja, Tengku Azmun Jaafar, telah membayar denda kepada Kejari Pelalawan Riau.

Dieksekusi Jaksa dalam Kasus Korupsi, Azmun Jaafar Bayar Denda Rp 50 Juta ke Kejari Pelalawan Riau
Istimewa
Terpidana kasus korupsi pengadaan lahan perkantoran Bhakti Praja, Tengku Azmun Jaafar, telah membayar denda kepada Kejaksan Negeri (Kejari) Pelalawan Riau, Kamis (11/7/2019). 

Dieksekusi Jaksa dalam Kasus Korupsi, Azmun Jaafar Bayar Denda Rp 50 Juta ke Kejari Pelalawan Riau

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Terpidana kasus korupsi pengadaan lahan perkantoran Bhakti Praja, Tengku Azmun Jaafar, telah membayar denda kepada Kejaksan Negeri (Kejari) Pelalawan Riau, Kamis (11/7/2019).

Mantan Bupati Pelalawan dua periode itu membayar denda sebesar Rp 50 juta atas putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Azmun Jaafar divonis penjara selama 18 bulan dan denda Rp 50 juta dengan subsider dua bulan kurungan. Pelunasan denda ini dilakukan 16 hari setelah Azmun dieksekusi jaksa pada tanggal 25 Juni lalu.

"Tadi pihak keluarganya yang datang mengantarkan uang pembayaran denda tersebut ke kita. Seperti yang dijanjikan beliau saat dieksekusi," ungkap Kepala Kajari Pelalawan, Nophy Tennophero South SH MH, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus), Andre Antonius SH, kepada tribunpelalawan.com, Kamis (11/7/2019).

Baca: Diimingi Kue dan Film Kartun Kakek Ini Cabuli Bocah 10 Tahun, Saat Diperiksa Polisi Ngakunya Khilaf

Andre Antonius menerangkan, setelah pihak keluarga mantan orang nomor satu di Pelalawan itu datang, uang Rp 50 juta diberikan kepada bendahara penerima kejari dan melengkapi administrasi. Setelah diterima, uang tersebut langsung disetorkan kembali ke kas negara melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pangkalan Kerinci.

Dengan dibayarnya denda ini, Azmun Jaafar terbebas dari hukuman kurungan subsider dua bulan dan tinggal menjalani vonis saja. Selain denda, pihak keluarga juga membayarkan biaya perkara sebesar Rp 2.500 berdasarkan putusan dari MA.

"Kita apresiasi juga ada niat baik dari para terpidana korupsi yang mau membayar denda," tandas Andre.

Baca: 77 Reklame di Kota Pekanbaru Berdiri Tanpa Izin, 15 di Antaranya Berdiri di Bahu Jalan

Seperti diketahu, Tengku Azmun Jaafar dieksekusi Kejari Pelalawan pada tanggal 25 Juni lalu ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Pekanbaru.

Setelah jaksa menyurati bekas orang nomor satu di Pelalawan itu sebanyak dua kali.

Azmun dihukum dalam perkara korupsi pengadaan lahan perkantoran Bhakti Praja tahun 2007 semasa dirinya masih menjabat sebagai bupati.

Pada tingkat Pengadilan Negeri Azmun divonis bebas namun pada tingkat kasasi MA memvonisnya bersalah dengan hukuman 18 bulan penjara dan denda Rp 50 juta. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved