35 Imigran Asal Bangladesh Masih di Imigrasi Dumai, Senin Nanti Dikirim ke Pekanbaru

35 imigran asal Bangladesh saat ini masih berada di Imigrasi Dumai. Namun Senin (15/7/19) nanti mereka akan dikirim ke Rudenim Pekanbaru.

35 Imigran Asal Bangladesh Masih di Imigrasi Dumai, Senin Nanti Dikirim ke Pekanbaru
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
Para imigran asal Bangladesh masih berada dalam penampungan di Kantor Imigrasi Klas II Dumai, Jumat (12/7). Senin (15/7) mendatang, 35 imigran ini akan dipindahkan ke Imigrasi Riau di Pekanbaru. 

tribunpekanbaru.com - Sebanyak 35 orang warga asing asal Bangladesh yang diamankan Polres Dumai beberapa waktu lalu, hingga kini masih dalam pengawasan Imigrasi Klas II Dumai.

Pantauan Tribun di Kantor Imigrasi Klas II Dumai, Jumat (12/7), seluruh imigran tersebut masih menempati Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim).

Kepala Imigrasi Klas II Dumai, Gelora Adil Ginting mengatakan, Senin (15/7) mendatang seluruh imigran akan dikirim ke Imigrasi Riau. "Rencananya akan kita kirim ke Rudenim Riau di Pekanbaru, Senin (15/7) nanti," ungkapnya.

Menurutnya, proses pemindahan para imigran berjalan lambat karena harus dilakukan pemberkasan sebelum diserahkan ke Pekanbaru. Gelora bercerita, para imigran yang seluruhnya laki-laki itu awalnya diduga obyek perdagangan manusia.

Namun setelah diperiksa mendalam, ternyata mereka berstatus pendatang resmi yang dilengkapi paspor dan berkas-berkas pendukung lainnya.

"Setelah diperiksa, semuanya pegang tiket PP via Malaysia dan resmi beserta surat-suratnya," terangnya.

Masalah baru muncul ketika para imigran akan dipulangkan dengan tiket yang mereka kantongi ke negara asalnya di Bangladesh. Saat diperiksa, ternyata seluruh tiket tersebut sudah dinonaktifkan oleh oknum tak dikenal.

"Saat dicek, tiketnya ternyata sudah di reject oleh siapa, kita tak tahu," papar Gelora.

Dikatakan, sesuai peraturan Keimigrasian, para imigran berhak tinggal 30 hari sebelum dipindahkan ke Rudenim.

"Begitu masuk Rudenim, mereka sudah dalam wewenang Imigrasi Provinsi Riau. Segala biaya hidupnya ditanggung negara sampai mereka nanti dipulangkan," terangnya. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved