Indragiri Hulu

Balai TNBT dan Tim Gabungan Survei Habitat Harimau Sumatera yang Makin Langka

Survei untuk mengetahui informasi hunian dan persebaran harimau dilakukan di Pulau Sumatera tahun ini dengan judul Sumatra Wide Tiger Survei (SWTS).

Balai TNBT dan Tim Gabungan Survei Habitat Harimau Sumatera yang Makin Langka
istimewa
Rapat koordinasi tim gabungan survei habitat Harimau Sumatera di kantor Balai TNBT, Inhu 

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) merupakan satwa prioritas nasional yang kini statusnya kritis.

Satwa kharismatik ini memiliki beragam peran bukan hanya aspek ekologis saja melainkan juga kebudayaan masyarakat.

Diantara habitat penting satwa yang memiliki wilayah jelajah luas ini adalah kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) di perbatasan Provinsi Riau dan Jambi.

Survei untuk mengetahui informasi hunian dan persebaran harimau dilakukan di seluruh Sumatera tahun ini dengan judul Sumatra Wide Tiger Survei (SWTS). TNBT menjadi satu lokasi target survei.

"Kegiatan ini merupakan mandat nasional sebagai upaya konservasi harimau Sumatera sehingga memerlukan peran kita bersama," kata Darmanto Kepala Balai TNBT, Jumat (12/7/2019).

Darmanto menjelaskan survei kawasan TNBT ini didukung oleh beberapa lembaga, yaitu Forum HarimauKita, WWF-Indonesia, Frankfrut Zoological Society, Yayasan Penyelamatan dan Konservasi Harimau Sumatera, Zoological Society of London, Yayasan Sintas Indonesia, KPHP Tebo Barat Unit IX, PT Alam Bukit Tigapuluh dan PT Lestari Asri Jaya.

Tim gabungan yang di bawah koordinasi Balai TNBT tersebut berencana menyisir 18 petak pemantauan berukuran masing-masing 17 kilometer persegi. Kegiatan ini ditargetkan dapat selesai pada Desember 2019.

"Data yang tim hasilkan akan digunakan untuk data dalam dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Harimau Sumatera yang baru," ujar Darmanto.

Sebagai kesepakatan bersama, tim telah membagi peran dan wilayah grid sel survei. Selain itu, tim juga menekankan bahwa keselamatan personel survei menjadi yang utama dalam pemilihan jalur transek.

"Satwa mangsa serta satwa prioritas nasional lain seperti orangutan dan gajah juga akan didata," kata Darmanto.

Febri Anggriawan Widodo, perwakilan Forum HarimauKita dan WWF - Indonesia selaku koordinator tim gabungan mengatakan, survei menyeluruh ini merupakan survei satwa liar yang terbesar bukan hanya di Indonesia saja melainkan di dunia.

"Hasil yang diharapkan akan memperkuat informasi tren hunian harimau Sumatera dengan data dasar dari survei sebelumnya tahun 2007-2009," ujar Febri. (Tribunpekanbaru.com/bynton simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved