Kampanyekan Anti-Bajak Software, ATIOS Wadah Pegiat IT di Pekanbaru

ATIOS gencar mengkampanyekan anti-pembajakan software. Anggota diarahkan untuk membuat software sendiri tanpa membajak karya orang.

Kampanyekan Anti-Bajak Software, ATIOS Wadah Pegiat IT di Pekanbaru
foto/isitmewa
Anggota ATIOS dalam satu kegiatan, belum lama ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Aksi pembajakan perangkat lunak (software) dari aplikasi marak terjadi.

Namun bagi Asosiasi Teknologi Informasi dan Open Source (ATIOS), pembajakan itu sangat diharamkan.

Ketua Umum ATIOS, Azwir Irvannanda mengungkapkan, ATIOS gencar mengkampanyekan anti-pembajakan software.

Anggota diarahkan untuk membuat software sendiri tanpa membajak karya orang.

"Kita harus mampu membangun aplikasi sendiri. Kemudian mengkampanyekan anti-pembajakan software," ungkap Irvan, sapaan akrabnya, Selasa (9/7/2019).

Ia mengatakan, ATIOS merupakan sebuah wadah pegiat Teknologi Informasi (IT) berskala nasional yang berbasis di Pekanbaru.

Mereka sudah beberapa kali menggelar seminar dan workshop tentang TI.

Anggota diarahkan mendalami kemampuan TI dengan sumber terbuka (open sources). Yakni, pengembangan software dari sumber yang bisa dimanfaatkan secara bebas untuk kepentingan pengguna atau publik.

Secara garis besar, ATIOS memiliki tiga divisi. Yakni, Computer Security Incident Response Team (ATIOS-CSIRT).

Bidang ini menangani persoalan di dunia IT. Seperti peretasan dan penyimpangan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Fernando Sihombing
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved