Omzet Menurun Drastis. Pedagang Protes Keberadaan Ritel di Kompleks Mal SKA Pekanbaru

Pedagang tradisional di komplek Mal SKA minta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menutup retail modern yang ada di dalam Kompleks itu.

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Puluhan pedagang tradisional di komplek Mal SKA minta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menutup retail modern yang beroperasi di komplek tersebut.

Pasalnya, retail ternama yang keberadaannya hampir ada di setiap pelosok Kota Pekanbaru tersebut juga menjual barang-barang yang dijual pedagang kecil.

Hal itu membuat pendapatan mereka menurun drastis.

Sebab, tidak hanya satu retail saja, melainkan ada 2 unit retail berada di komplek Mal SKA tersebut.

"Permasalahan muncul saat retail itu dinilai mengurangi omzet pedagang kecil yang berjualan di Komplek Mal SKA Pekanbaru," ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, Jumat (12/7/2019).

Meskipun demikian, Pemkot Pekanbaru tidak bisa serta merta menutup retail yang berada di komplek tersebut lantaran memiliki izin.
Bahkan, lokasi retail tersebut juga dibangun di kawasan bisnis niaga.

"Retail tersebut juga dibangun di lingkungan swasta," ujarnya.

Terkait persoalan ini, Disperindag Kota Pekanbaru bakal mencarikan solusi untuk masalah yang dihadapi puluhan pedagang tradisional di komplek Mal SKA Pekanbaru.

Sejak beroperasinya salah satu ritel di komplek tersebut, pendapatan sejumlah pedagang tradisional yang berjualan di komplek Mal SKA menurun.

Ingot mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan sejumlah pedagang tradisional yang berjualan di komplek Mal SKA tersebut.

Ia juga sudah mendengar langsung keluhan para pedagang tradisional tersebut.

"Kami masih mengkaji solusinya, tentunya nanti tidak ada kedua belah pihak yang merasa dirugikan," ujarnya.

Ingot mengakui sebelum izin ritel tersebut diterbitkan, pihaknya sudah survei lokasi.

Menurutnya, izin retail tersebut tidak bermasalah lantaran lokasinya berada di kawasan bisnis niaga.

"Dari segi izin lokasi tak masalah, sebab kan kawasan tersebut masuk dalam kawasan niaga. Sebab itu diizinkan untuk beroperasi," sebutnya.(*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved