Sebabkan 659 Rumah Rarga Rusak, Fenomena Hujan Es di Aceh Tengah Masuk Kategori Bencana Kabupaten

hujan es yang terjadi di Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Minggu (7/7/2019), menyebabkan 659 rumah warga rusak.

Sebabkan 659 Rumah Rarga Rusak, Fenomena Hujan Es di Aceh Tengah Masuk Kategori Bencana Kabupaten
KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SP
Suprihono (42), warga Kampung Paya Tungel, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah saat menunjukan hujan es yang terjadi pada Minggu (7/7/2019) siang di halaman rumahnya. 

"Data terakhir yang kami dapatkan, rumah yang rusak di Kampung Bukit Kemuning berjumlah 38 rumah, sementara Paya Tungel 181 rumah, Jeget Ayu 162 rumah, Paya Dedep 129 rumah, Jagong Jeget 185 rumah, total 695 rumah," kata Kepala BPBD Aceh Tengah Thamrin Elashri, Rabu (10/7/2019).

Baca: Penderitaan Gadis 11 Tahun, Melihat dengan Kondisi Miring 90 Derajat Akibat Tulang Leher Bengkok

Fenomena hujan es yang terjadi di Kabupaten Aceh Tengah pada musim kemarau karena terjadi hujan lokal, sementara di wilayah lain di Aceh sedang terik dan panas.

Bahkan, tujuh kabupaten di Aceh saat ini sedang terjadi kebakaran hutan dan lahan seluas 90 hektare. Akibat peristiwa hujan es yang melanda lima kampung di Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah pada Minggu merusak beberapa jenis tanaman warga dan juga seng atap rumah serta parabola.

Berikut fakta hujan es yang terjadi di Aceh Tengah, dari mulai musiman hingga merusak rumah dan perkebunan warga.

1. Kronologi terjadinya hujan es

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria memberikan penjelasan terkait hujan es di Aceh Tengah yang terjadi saat kemarau ini.

Butiran es setelah peristiwa hujan es yang ditampung oleh seorang warga Jagong, Jeget, Aceh Tengah, Minggu (7/7/2019).
Butiran es setelah peristiwa hujan es yang ditampung oleh seorang warga Jagong, Jeget, Aceh Tengah, Minggu (7/7/2019). (KOMPAS.com/IWAN BAHAGIA SP)

Menurut Zakaria, hujan es biasanya terjadi di satu daerah yang sangat lokal dan dengan durasi yang singkat dengan durasi waktu antara 7 hingga 12 menit, karena syarat terjadinya hujan es itu akibat adanya awan Cumulonimbus (CB) yang sangat susah diprediksi.

" Hujan es sama seperti terjadinya angin puting beliung, keduanya terjadi akibat adanya awan Cumulonimbus," katanya, Minggu.

Hujan es terjadi lantaran ada awan CB dengan tinggi dasar awan yang sangat dekat dengan permukaan tanah dan di bawah awan, suhu udaranya sangat dingin.

Baca: Ditemukan Puluhan STNK, Polisi Dalami Kasus Penggelapan Kendaraan Bermotor oleh Pablo Benua

Dengan demikian, awan CB yang merupakan kristal yang mulai jatuh sebagai hujan akibat dorongan angin kencang dari awan CB tidak sempat mencair.

Halaman
1234
Editor: CandraDani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved