Berita Riau

Warga di 3 Pulau Ini Menjerit Karena Abrasi, Pemprov Riau Tak Mampu Butuh Perhatian Pemerintah Pusat

Persoalan abrasi ini bukan persoalan baru, sudah puluhan tahun, jadi ini persoalan lama, tapi kenapa baru sekarang baru diangkat,

Warga di 3 Pulau Ini Menjerit Karena Abrasi, Pemprov Riau Tak Mampu Butuh Perhatian Pemerintah Pusat
guruh
Warga Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat membuat penahan pantai seadanya menggunakan kayu bakau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mendadak meninggikan suaranya saat rapat bersama membahas abrasi di ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau, Jumat (12/7/2019).

Syamsuar mengungkapkan persoalan abrasi sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu. Namun hingga saat ini belum ada penyelesaian.

"Persoalan abrasi ini bukan persoalan baru, sudah puluhan tahun, jadi ini persoalan lama, tapi kenapa baru sekarang baru diangkat, di RPJMD kan yang dulu-dulu kan juga sudah ada, baik di provinsi, maupun daerah," kata Syamsuar.

Baca: Tim Menko Kemaritiman Kaji Solusi Tangani Abrasi di Pulau Bengkalis

Baca: ABRASI Gerus 106 KILOMETER Daratan Pulau di Kepulauan Meranti Riau, Dekati Pemukiman dan Kebun Warga

Baca: Abrasi Gerus TIGA PULAU di Riau, Pemukiman Warga di Bengkalis Terancam BPPT Lakukan Studi Pencegahan

Namun Syamsuar mengungkapkan, kemampuan daerah untuk menyelesaikan abrasi di tiga pulau yang ada di pesisir Riau tidak cukup.

Sehingga daerah membutuhkan perhatian dan bantuan dari APBN untuk menanggulangi persoalan abrasi di Riau.

"Kalau pemerintah provinsi dan kabupaten hanya setakad mana mampu menanggulangi abrasi yang begitu deras dan luas. Ini tidak akan mampu diatasi dengan APBD provinsi dan kabupaten kota. Persoalan sekarang penanganan abrasi di Riau tidak masuk di RPJMN," ujarnya.

Baca: Bappeda Bengkalis Usulkan Penanganan Abrasi, pada RPJMN periode 2020-2024 mendatang

Baca: Kerap Diberi Janji-janji, DPRD Bengkalis Temui BNPP RI Bahas Abrasi

Baca: Warga Pesisir Utara Pulau Bengkalis Kecewa Pengamanan Abrasi Nihil Tahun 2019 Ini

Syamsuar mengungkapkan, kemampuan daerah untuk mengatasi abrasi di Pulau Rupat, Rangsang dan Pulau Bengkalis hanya berkisar Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.

Sementara anggaran yang dibutuhkan untuk mengatasi abrasi yang sudah mencapai ratusan kilo meter tersebut membutuhkan anggaran trilunan rupiah.

"Berapa ratus kilo yang harus ditangani, ini pulau terluar, perpresnya juga ada, harusnya ditanggung pemerintah pusat tapi di Riau tidak masuk. Padahal Pulau Bengkalis, Pulau Rangsang danRrupat itu masuk di dalam kepres,"katanya.

Namun sejak Gubri menyampaikan persoalan ini ke menteri koordinator kemaritiman akhirnya mendapatkan tanggapan serius.

Bahkan sudah beberapa kali menurunkan timnya ke Riau untuk melihat langsung abrasi di Riau.

Baca: 700 Hektare Daratan Desa Topang Kepulauan Meranti Ditelan Laut. Warga Harapkan Penahan Abrasi

Baca: Abrasi Rusak Lahan Puluhan Hektare, Warga Mentayan Hanya Ingin Bertahan Hidup di Kampungnya

Baca: VIDEO TEASER EKSKLUSIF: Abrasi Gerus Kehidupan Masyarakat Pesisir Riau

"Allhamdulilah dari Menko Maritim sudah beberapa kali turun ke Riau setelah kita sampaikan ini (abrasi) harus diselamatkan," katanya.

Gubri berharap pemerintah pusat benar-benar memberikan perhatian serius untuk menyelamatkan tiga pulau terluar di Riau yang terancam hilang karena abrasi ini.

Sebab kata Syamsuar, warga yang tinggal di tiga pulau ini sudah menjerit minta diselamatkan karena lahan mereka sudah banyak yang hilang terkikis arus dan ombak.

Baca: Kondisi Abrasi Ancam 280 H Ladang Padi Terendam Air Asin di Bengkalis

" Karena tiga pulau ini merupakan satu-satunya didunia pulau gambut yang berada di bertasan terluar, jadi ini harus diselematkan, kalau tidak pulau-pulau ini akan hilang. Rakyat yang tinggal di Pulau Bengkalis,Pulau Rangsang dan Rupat ini menjerit minta diselamatkan, sudah berkilo-kilo lahan mereka habis, jadi ini persoalan memang harus ada andil pemerintah pusat," sebutnya. (Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved