Berita Riau

Akibat Kanker Serviks, 88 Orang Meninggal Setiap Hari. Padahal Bisa Dicegah dengan Cara Ini

Berdasarkan data nasional, angka kanker serviks yang menimpa kaum hawa ini terbilang masih sangat tinggi. tahun 2018, 88 orang meninggal dalam 24 jam.

Akibat Kanker Serviks, 88 Orang Meninggal Setiap Hari. Padahal Bisa Dicegah dengan Cara Ini
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
KANKER SERVIKS - Salah satu pemateri seminar awam di RS Awal Bros Pekanbaru, dr. Zaldy Zaini, Sp.OG menjelaskan tentang pencegahan kanker serviks di hadapan peserta,Sabtu (13/7/2019). Dia menyebutkan bahwa wanita perlu rutin melakukan pemeriksaan untuk mencegah terkena virus penyebab kanker serviks. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,  PEKANBARU - Untuk mengedukasi seputar bidang kesehatan kepada masyarakat, RS Awal Bros Pekanbaru menggelar kegiatan seminar awam, Sabtu (13/7/2019).

Tema yang diambil, yaitu tentang mengenali dan mencegah kanker serviks sedari dini.

Pemateri untuk tema ini, dr. Zaldy Zaimi, Sp.OG menjelaskan, berdasarkan data nasional, angka kanker serviks yang menimpa kaum hawa ini terbilang masih sangat tinggi.

"Angka kanker serviks di Indonesia itu, yang diharapkan tiap tahunnya turun, malah tambah naik. Tahun 2004 ada sekitar 40 kasus kematian dalam 24 jam. 2018 meningkat 88 kasus dalam 24 jam, peningkatannya signifikan," kata dr. Zaldy usai memberi materi seminar di ruang Awaloeddin Function Hall RS Awal Bros Pekanbaru.

Padahal disebutkan dr. Zaldy, virus penyebar kanker serviks, yaitu Human Papilloma Virus (HPV), bisa dideteksi lebih dini dalam tubuh.

Baca: Hamil Anak Kedua, Sandra Dewi Dilanda Ketidakpercayaan Diri

Baca: Seminar Kesehatan IJN Menghadirkan 2 Dokter Jantung

"Bisa diketahui bagaimana dia penyebarannya, hinggap di tubuh manusianya. Ada pre cancer. Jadi sebenarnya bisa dicegah, ada vaksinnya juga," ujarnya.

Sayangnya tidak semua wanita mau rutin memeriksakan diri.

Kebanyakan mereka menunggu sampai ada keluhan yang parah, baru datang ke dokter. Seperti pendarahan yang banyak, keputihan yang bau, dan lain-lain.

"Makanya kebanyakan pasien datang setelah masuk ke fase stadium panjang, sudah dalam kondisi penyakit yang lanjut," tuturnya.

Dia menyatakan, untuk itu seorang wanita harus rutin melakukan kontrol ke dokter kandungan minimal setahun sekali untuk pap smear.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved