Pelalawan

Kakek 60 Tahun Setubuhi Paksa Wanita Tunagrahita di Bunut, Pelalawan, Riau

HT alias Husni, kakek berusia 60 tahun dibekuk polisi karena mencabuli wanita tunagrahita berinisial RIS (23).

Kakek 60 Tahun Setubuhi Paksa Wanita Tunagrahita di Bunut, Pelalawan, Riau
Polres Pelalawan
HT(60) pelaku pemerkosaan wanita penyandang tunagrahita. 

TRIBUNPELALAWAN.COM, BUNUT - HT alias Husni, kakek berusia 60 tahun dibekuk polisi karena mencabuli wanita tunagrahita berinisial RIS (23).

Keduanya tinggal di desa yang sama, Desa Balam Merah, Kecamatan Bunut, Pelalawan.

"Berdasarkan penuturan korban dan pihak keluarganya, perbuatan itu sudah dua kali dilakukan tersangka," terang Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan SIK, Minggu (14/7/2019) melalui Kasat Reskrim AKP Teddy..

Kasat Teddy menjelaskan, tersangka Husni ditangkap setelah Tim Satreskrim Polres Pelalawan dan Polsek Bunut melakukan penyelidikan dan gelar perkara atas laporan keluarga korban ke polisi Kamis (11/7/2019), terkait tindak pidana pemerkosaan yang dialami putrinya pada Rabu (10/7/2019) malam.

"Pelaku kita jerat dengan pasal 285 junto pasal 286 junto pasal 289 KUHP tentang tindak pidana dengan kekerasan memaksa perempuan untuk bersetubuh. Ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara," tambah Teddy.

Aksi bejat pelaku diketahui saat warga melihat dinding kamar mandi rumah korban rusak.

Tembok kamar mandi yang terbuat dari batu bata runtuh pad bagian atasnya dan menyampaikan hal itu ke orangtua korban.

Penasaran dengan apa yang terjadi, pelapor memanggil korban untuk mengetahui penyebab tembok itu rusak.

Korban RIS bercerita bahwa sekitar jam 22.30 WIB pelaku masuk ke rumah dengan cara memanjat tembok kamar mandi saat korban dan saksi tertidur.

Setelah berhasil, tersangka mengetuk dinding kamar korban yang terbuat dari papan.

Mendengar ada ketukan, korban bangun untuk melihat siapa yang mengetuk, namun tidak ada dan korban pergi ke kamar mandi.

Ternyata tersangka sudah berada di dalam karmar mandi. Kakek bejat itu langsung melecehkan korban dan melakukan persetubuhan lantaran korban tidak melawan karena kondisi mentalnya.
(Tribunpekanbaru.com/johannes wowor tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved