Berita Riau
Warga Keluhkan Jalan HR Soebrantas yang Banyak Lubang dan Bergelombang
Kondisi Jalan HR Soebrantas Pekanbaru, mulai dari Simpang Pasar Pagi Arengka hingga ke Simpang Garuda Sakti banyak dikeluhkan warga.
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Hendra Efivanias
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kondisi Jalan HR Soebrantas Pekanbaru, mulai dari Simpang Pasar Pagi Arengka hingga ke Simpang Garuda Sakti banyak dikeluhkan pengendara.
Selain banyak lubang, ruas jalan ini pun bergelombang.
Sejumlah pengendara khawatir bisa terjatuh akibat buruknya kondisi jalan tersebut.
Apalagi ruas jalan ini merupakan salah satu ruas jalan yang cukup padat di Kota Pekanbaru.
"Banyak lubang menganga dan kontur jalannya bergelombang. Kalau tidak cepat diperbaiki kita khawatir bisa memakan korban nanti," kata Arbain, warga Jalan Suka Karya yang hampir setiap hari melewati ruas jalan tersebut.
Menanggapi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), tahun ini akan mulai memperbaiki Jalan HR Soebrantas Kota Pekanbaru.
Pasalnya, jalan ini mengalami kerusakan berupa struktur jalan aspal yang bergelombang diduga akibat banyaknya truk bertonase berat yang melintas di sana.
Kepala Dinas PUPR Riau, Dadang Eko Purwanto mengatakan, perbaikan di Jalan HR Soebrantas akan dilakukan dengan pengerukkan aspal yang bergelombang.
Setelah itu, baru dilakukan pengaspalan ulang di titik tersebut.
"Jadi level Jalan HR Soebrantas ini akan kami pertahankan. Kemudian di titik yang mengalami kerusakan akan diaspal ulang. Tahun ini kami memiliki dana untuk pemeliharaan jalan total Rp114 miliar," katanya, Minggu (14/7/2019).
Saat ditanyakan apakah tidak sebaiknya Jalan HR Soebrantas dibuat rigid agar lebih kuat, pasalnya setiap tahun jalan itu terus rusak, Dadang menjelaskan bahwa jalan rigid memang lebih kuat dibanding aspal biasa.
Namun pihaknya tidak bisa melakukan hal itu karena keterbatasan anggaran.
"Memang ada rencana jalan itu mau dirigid, tapi kemampuan keuangan kita tidak sanggup. Jadi untuk sementara ini, dilakukan perbaikan pada titik-titik yang mengalami kerusakan terlebih dahulu," sebutnya.
Agar kerusakan di Jalan HR Soebrantas ini tidak terus terjadi, Dinas PUPR mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Riau.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menindak kendaraan-kendaraan bertonase berat agar tidak lagi melintas disana.
Pasalnya, sudah ada jalur alternatif yang bisa dilalui oleh kendaraan bertonase berat tersebut.
"Harusnya kan kendaraan bertonase berat itu, mereka lewat Jalan Kubang Raya. Tidak boleh lewat Jalan HR Soebrantas. Untuk itu kami sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menindak kendaraan-kendaraan bertonase berat yang masih melintas di jalan yang bukan peruntukkannya," ujarnya.
Dijelaskan Dadang, tidak hanya Jalan HR Soebrantas, beberapa jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi Riau yang mengalami kerusakan pada tahun ini juga akan diperbaiki.
Pasalnya, tahun lalu perbaikan jalan tidak dapat maksimal dilakukan karena anggaran pemeliharaan jalan hanya sedikit.
"Tahun lalu anggaran pemeliharaan jalan hanya Rp30 miliar. Jadi banyak jalan yang belum bisa diperbaiki. Nah tahun ini, dengan anggaran yang lebih banyak, kami akan upayakan untuk melakukan perbaikan-perbaikan jalan meskipun tidak secara keseluruhan," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/truk-tonase-di-jalan-protokol-jalan-hr-soebrantas_20181031_181720.jpg)