Senin, 27 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

MIRIS, Belasan Tahun Mengabdi Guru SD Ini Ternyata Tinggal di WC Sekolah

MIRIS, Nining Suryani,seorang guru honor Sokolah Dasar (SD) tinggal di WC sekolah setelah belasan tahun mengabdikan hidupnya

Kompas.com
Nining Suryani (44) menunjukkan isi rumahnya yang menempati bagian toilet sekolah di SDN Karyabuana 3, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (15/7/2019) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Miris, Nining Suryani (44), seorang guru honor Sokolah Dasar (SD) terpaksa harus tinggal di WC atau toilet sekolah setelah belasan tahun mengabdikan hidupnya sebagai tenaga pendidik.

Sudah dua tahun ini, guru SDN Karyabuana 3 Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten tersebut tinggal di WC sekolah tempatnya mengajar.

Ia tinggal di WC sekolah karena gajinya sebagai guru honorer hanya sebesar Rp 350 ribu per bulan sehingga tak cukup untuk mengontrak rumah, padahal ia telah mengabdi selama 15 tahun di sekolah tersebut.

Dua tahun sudah, Nining dan keluarga tinggal di WC sekolah yang telah dimodifikasi agar sedikit nyaman untuk ditempati.

Sebelum tinggal di WC sekolah, Nining dan keluarga tinggal di sebuah rumah petak yang tak jauh dari sekolanya.

Baca: Guru Honorer Madrasah di Bengkalis Bakal Terima Tambahan Penghasilan

Baca: Demo Guru Honorer Riau, Selama Ini Kami Dianaktirikan Padahal Kerja Sama dengan PNS Bahkan Lebih

Baca: Pekanbaru Kekurangan Guru SD. Disdik Tunggu Kepastian Rekrutmen Guru PPPK

Namun dua tahun lalu, rumah tersebut roboh karena sudah lapuk dan tidak aman lagi untuk ditempati oleh Nining dan keluarga.

Ebi Suhaebi (46), suami Nining yang bekerja sebagai buruh serabutan tak punya pilihan, dua tahun lalu mereka memutuskan untuk tinggal di WC sekolah tersebut.

Pihak sekolah sempat melarang, namun akhirnya mengijinkan tinggal di WC sekolah lantaran tidak ada lagi tempat tinggal untuk Nining dan keluarganya.

"Kepala sekolah bantu beliin kayu, saya dan suami yang bangun, alhamdulillah bisa nyaman tinggal di sini," ujar dia.

 Ibu dua anak itu berharap agar diangkat menjadi PNS, karena dirinya sudah mengabdi di sekolah tersebut selama 15 tahun.

"Kalau nggak diangkat juga enggak apa-apa, setidaknya ada kebijakan dari pemerintah berapa kenaikan per bulan. Mau kecil mau besar saya ikhlas terima," kata Nining, Senin (15/7/2019).

Namun harapan Nining kandas lantaran usianya sudah melebihi batas ambang persyaratan menjadi PNS.

Berbagai upaya juga sudah dia lakukan, termasuk kuliah lagi untuk mendapatkan gelar sarjana.

Ia juga sempat berniat untuk berhenti mengajar dan mencari pekerjaan lain, lantaran gajinya tak pernah naik meski sudah 15 tahun mengajar.

Namun niat itu urung dilakukannya karena anaknya masih butuh biaya untuk membayar sekolah, sementara ia hanya andalkan gaji honornya untuk mencukupi hidupnya.

"Anak saya yang kedua sekarang masih sekolah di pesantren, tiap bulan butuh biaya," kata dia.

MIRIS, Nining Suryani,seorang guru honor Sokolah Dasar (SD) tinggal di WC sekolah setelah belasan tahun mengabdikan hidupnya di dunia pendidikan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved