Breaking News:

Harga Cabe Meroket, Pemkot Tanjungpinang Sarankan Warga Tanam Cabe di Pekarangan

Pemkot Tanjungpinang mengakui tidak bisa mengatasi meroketnya harga cabe, karena menyebut hal itu merupakan mekanisme pasar.

Penulis: rinaldi | Editor: rinaldi
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Sejumlah pembeli memilih cabe dan sayur di satu pedagang Pasar Bunda Sri Mersing, Kota Dumai. Sejak awal pekan terjadi kenaikan harga cabe merah di pasaran Kota Dumai. 

tribunpekanbaru.com - Harga cabe di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), melonjak hingga Rp95 ribu per kilogram dari biasanya hanya sekitar Rp40 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjungpinang, Ahmad Yani, mengaku Pemkot Tanjungpinang saat ini kesulitan mengendalikan harga cabe disebabkan tingginya harga sejak dari produsen.

"Di Jawa, Semarang, harganya sudah Rp73 ribu per kilogram, dari Semarang ongkos kargo Rp25.500 per kilogram. Kemudian dari Batam ke sini (Tanjungpinang) ongkos Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram. Ongkosnya saja sudah Rp30 ribu," ungkapnya.

Karena itu, Yani menyarankan masyarakat di daerah itu mulai menanam cabe sendiri di pekarangan rumah untuk mengurangi permintaan.

Sedangkan untuk jangka panjang, kata dia, Pemkot Tanjungpinang akan mengusahakan lahan-lahan tidur yang ada untuk kemudian dimanfaatkan sebagai pertanian cabe.

"Kalau untuk menurunkan (harga) tidak bisa. Ini mekanisme pasar," ujarnya.

Tingginya harga cabe tidak hanya dikeluhkan konsumen. Pedagang juga mengeluh karena pembelian cabe kini berkurang. Secara khusus, Pemkot Tanjungpinang juga berharap Pemerintah Pusat dapat menekan ongkos kargo sehingga dapat menurunkan harga jual cabe. (rin/rol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved