Berita Riau

Nunggak Pajak STNK Setelah 2 Tahun Jatuh Tempo, Siap-Siap Kendaraan Dianggap Bodong

Pemilik kendaraan bermotor yang tidak memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) setelah dua tahun, siap-siap dihapus datanya di Regident.

Nunggak Pajak STNK Setelah 2 Tahun Jatuh Tempo, Siap-Siap Kendaraan Dianggap Bodong
TribunPekanbaru/Theo Rizky
Warga mengurus surat-surat kendaraan di Samsat Kota Pekanbaru, Kamis (5/1/2017). Sehari menjelang naiknya tarif baru penerbitan dan pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) serentak pada tanggal 6 Januari 2017, tingkat kunjungan wajib pajak di tempat ini mengalami kenaikan, yang biasanya terdapat 300 - 400 pendaftar setiap hari, kini mencapai 600 orang pendaftar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemilik kendaraan bermotor yang tidak memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) setelah dua tahun, siap-siap dihapus datanya.

Itu artinya, kendaraan tersebut akan menjadi kendaraan bodong sebab data kendaraan tersebut tidak lagi tercatat di sistem Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor atau Regident.

Dengan dihapusnya data STNK tersebut, maka kendaraan tersebut tidak lagi tercatat datanya di Samsat.

Sehingga kendaraan yang tidak memperpanjang STNK-nya selama dua tahun setelah mati, tidak lagi bisa diurus surat kendaraan bermotornya dan selamanya akan menjadi kendaraan bodong.

"STNK itu kan berlakunya lima tahun. Jadi apabila dua tahun setelah perpanjangan STNK tidak dilakukan perpanjangan oleh pemiliknya, maka datanya akan dihapus dari Regident. Artinya, kendaraan itu tidak punya bukti kepemilikan kendaraan bermotornya lagi,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, Indra Putrayana, Selasa (16/7/2019).

Setelah data dihapus, kendaraan itu menjadi kendaraan yang ilegal dan dianggap bodong.

Baca: Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Kasus Temuan 18,8 Kg Sabu di Bengkalis

Baca: ISTRI POLISI di Riau yang Nyaris Diamuk Warga Mengaku Ketua Srikandi Jokowi-Maaruf, POSITIF NARKOBA

"Kalau kendaraan bermotornya bodong itu yang rugi pemiliknya, karena tidak laku dijual. Siapa yang mau beli kalau kendaraannya bodong, tidak ada surat-suratnya,"imbuhnya.

Indra mengungkapkan, kendaraan bermotor yang sudah dua tahun setelah STNK-nya mati tidak diperpanjang maka dianggap rongsongkan.

Sekalipun kendaraan tersebut mobil mewah.

Sebab setelah data Regident kendaraan tersebut dihapus, pemiliknya tidak bisa mengurus lagi untuk selamanya.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved