Kuansing

Semua Orang Bisa Akses, Lebih Transparan dengan Electronic Integrated Criminal Justice System

Empat lembaga penegak hukum di Kabupaten Kuansing melakukan penandatanganan kerjasamatentang Electronic Integrated Criminal Justice.

Semua Orang Bisa Akses, Lebih Transparan dengan Electronic Integrated Criminal Justice System
TRIBUNPEKANBARU/PALTI SIAHAAN
Bupati Kuansing melayani wawancara dengan media sesuai Mou Electronic Integrated Criminal Justice System (E-ICJS) di Pendopo rumah dinas bupati, Selasa (16/7/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Empat lembaga penegak hukum di Kabupaten Kuansing, Selasa (16/7/2019) melakukan penandatanganan kerjasama tentang Electronic Integrated Criminal Justice System (E-ICJS) di pendopo rumah dinas Bupati Kuansing.

MoU ini akan membuat penanganan perkara transparan dan lebih mudah.

Empat lembaga tersebut adalah Polres Kuansing yang dihadiri Kapolres AKBP Muhammad Mustofa, Kejari Kuansing dihadiri Kajari Hari Wibowo SH MH. Pengadilan Negeri Teluk Kuantan dihadiri Ketua Reza Himawan Pratama SH Mhum, dan Rutan Rengat dihadiri pimpinan Abdul Rasyid Meliala SH MH.

Penandatanganan MoU disaksikan oleh Bupati Kuansing Drs H Mursini yang juga ikut membubuhkan tandatangan. Selain itu, Ketua DPRD Kuansing Andi Putra juga ikut menyaksikan.

E-ICJS merupakan sistem yang menerapkan layanan informasi elektronik tentang proses penanganan perkara pidana yang dapat diakses melalui sebuah aplikasi berbasis IT. Tujuannya untuk menyelaraskan informasi penanganan perkara pidana baik antar sub sistem maupun kepada masyarakat.

Kajari Kuansing Hari Wibowo, SH MH mengatakan dengan sistem ini masyarakat akan semakin mudah mengakses dan mudah memperoleh informasi terkait penanganan sebuah perkara.

Sistem ini meminimalisir semua resiko ataupun kendala-kendala yang selama ini. Seperti birokrasi penegakan hukum itu begitu rumit.

Sehingga sistem ini mempermudah kerja empat lembaga tersebut. Sebab inyi dari sistem tersebut transparansi. Hal inilah yang paling penting dalam sistem tersebut.

"Ini bentuk transparansi dalam penegakan hukum dari empat lembaga. Penyidik di kepolisian, kejaksaan di penuntutan, persidangan di pengadilan dan eksekusi di Rutan," kata Hari Wibowo.

Sistem ini akan terintegrasi dalam sebuah website. Website tersebut bisa diakses masyarakat umum namun hanya informasi umum saja.

Halaman
123
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved