Dosen FKIP Biologi UIR Gelar Pelatihan dan Pendampingan Usaha Kerupuk Khas Kari di IRT, Kuansing

Pendampingan usaha rumahan Kerupuk Kari khas Kari di IRT Sari Bandar Alai Kari, Kabupaten Kuantan Singingi dilakukan oleh Dosen FKIP Bilogi UIR.

Dosen FKIP Biologi UIR Gelar Pelatihan dan Pendampingan Usaha Kerupuk Khas Kari di IRT, Kuansing
FOTO/ISTIMEWA
Pengabdian Masyarakat Dosen UIR 

Dosen FKIP Biologi UIR Gelar Pelatihan dan Pendampingan Usaha Kerupuk Khas Kari di IRT, Kuansing

TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING - Pendampingan usaha rumahan Kerupuk Kari khas Kari di IRT Sari Bandar Alai Kari, Kabupaten Kuantan Singingi dilakukan oleh Dosen FKIP Bilogi UIR.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha kerupuk khas Kari di IRT Sari Bandar Alai Kari, Kabupaten Kuantan Singingi telah dilakukan dengan melibatkan pemilik dan karyawan IRT Sari Bandar Alai Kari.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat. Yang dilakukan oleh Dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Islam Riau (UIR).

Menurut Desti sebagai ketua dari program pengabdian masyarakat, Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mendukung pengembangan usaha kerupuk IRT Sari sebagai mitra dalam program ini, sehingga dapat dijadikan sebagai langkah awal yang dapat dijadikan rujukan dan contoh bagi IRT lainnya untuk mengembangkan usaha ekonomi kreatif dengan konsep manajemen terpadu.

Baca: Berakhir 1-3, Video Cuplikan Gol PSS Sleman Vs PSIS Semarang Liga 1 2019, PSIS Semarang Cukur PSS

Baca: Link Live Streaming Laga Semen Padang vs Bhayangkara FC: VIDEO, Skor Akhir 2-3 Kabau Sirah Kalah

Baca: Dedi Gusmawan Cetak Gol, Video Link Live Streaming Semen Padang FC VS Bhayangkara FC. 2-3

Selain itu, kegiatan tersebut perlu dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendukung upaya pengembangan usaha kreatif untuk meningkatkan permintaan pasar melalui website/berbasis online atau media sosial lainnya.

Solusi dan Target
Permasalahan utama yang dihadapi oleh IRT Sari ini diketahui ada beberapa poin.

Pertama, dari sisi produksi

Kemampuan produksi mitra rendah karena pengerjaan masih manual menggunakan peralatan dapur sederhana.

Kemasan produk yang masih sederhana dan kurang menarik, produk yang dihasilkan belum memiliki pelabelan yang layak, belum mencantumkan alamat produksi,

Masa kedaluwarsa produk, belum menonjolkan sisi keunggulan komposisi dan rincian nilai gizi, berat bersih,

Halaman
1234
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved