Pelalawan

Drum Bekas Jadi Wadah Pembakaran, Kejari Pelalawan Musnahkan Barang Bukti 44 Perkara Pidana

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Provinsi Riau melakukan pemusnahan barang bukti perkara pidana umum, Rabu (17/7/2019).

Drum Bekas Jadi Wadah Pembakaran, Kejari Pelalawan Musnahkan Barang Bukti 44 Perkara Pidana
TRIBUNPEKANBARU.COM/JOHANNES TANJUNG
Kajari Pelalawan dan jajaran Forkompimda memusnahkan barang bukti narkotika dan kejahatan umum lainnya, Rabu (17/7/2019) 

TRIBUNPELALAWAN. COM, PANGKALAN KERINCI- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Provinsi Riau melakukan pemusnahan barang bukti perkara pidana umum, Rabu (17/7/2019), di halaman kantor Kejari Desa Makmur SP 6, Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Pemusnahan dihadiri oleh perwakilan dari Polres Pelalawan, Sekdakab Tengku Mukhlis, perwakilan BNNK, dan Dinas Kesehatan.

Penghangusan dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Pelalawan Nophy Tennophero South SH MH didampingi Kasi Barang Bukti Silfanus Rotua Simanullang SH dan Kasi Pidum Agus Kurniawan SH.

Seluruh barang bukti dari kasus narkotika dan kejahatan orang harta dan benda (oharda) dimusnahkan dengan cara dibakar hingga hangus.

Drum kaleng yang dipotong dan disulap menjadi wadah pembakaran menjadi tempat pemusahan.

Semua barang bukti dimasukan dan dibakar sampai hangus menjadi arang. Sebagian barang dihancurkan dengan cara dipotong hingga beberapa bagian.

"Semua barang bukti yang dimusnahkan berasal dari perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap alias telah inkrah di pengadilan," ucap Kajari Pelalawan, Nophy Tennophero South usai pemusnahan.

Kajari Nophy menuturkan, barang bukti yang dihanguskan merupakan rekapitulasi dari tindak pidana umum periode November 2018 sampai April 2019.

Seluruh perkaranya sudah diputus di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan dan para pelakunya telah divonis oleh majelis hakim.

Kepala Seksi Barang Bukti Kejari Pelalawan, Silfanus Rotua Simanullang merincikan, seluruh barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 44 berkas perkara.

Dari jumlah itu didominasi oleh kasus narkotika sebanyak 38 berkas dengan jenis barang bukti sabu-sabu seberat 32,52 gram, ganja 627,8 gram, ekstasi 7 butir, handphone 9 unit, dan pembungkus plastik bening sebanyak 145,96 gram.

Sedangkan sisanya merupakan perkara oharda, keamanan dan ketertiban umum sebanyak enam berkas dengan jumlah barang bukti 13 item.

Tujuan pemusnahan yakni melaksanakan perintah Undang-undang serta meminimalisir penumpukan barang bukti.

Termasuk menjalankan tugas kejaksaan sebagai eksekutor dalam penegakan hukum.

"Para pelaku tak perlu dihadirkan karena selain sudah menjalani hukuman, barang bukti ini sudah tiga kali diperlihatkan kepada mereka dalam selama proses hukumnya," ujar Jaksa Silfanus. (Tribunpekanbaru/johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved